ROGOJAMPI – SMK PGRI Rogojampi sukses menjadi tuan rumah KEJURCAB FORBASI Banyuwangi 2026 yang digelar pada Minggu (2/8/2026). Kejuaraan resmi Forum Baris Indonesia (FORBASI) tingkat Kabupaten Banyuwangi ini berlangsung meriah sejak pukul 07.00 hingga 15.15 WIB dan diikuti puluhan sekolah dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA se-Kabupaten Banyuwangi.
Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi baris-berbaris dan variasi formasi, tetapi juga menjadi seleksi resmi untuk menentukan wakil Banyuwangi pada Kejuaraan Daerah (KEJURDA) FORBASI Jawa Timur di Surabaya. Juara pertama dan kedua dari setiap kategori berhak melaju ke tingkat provinsi untuk membawa nama daerah.
Sebagai penyelenggaraan perdana, KEJURCAB FORBASI Banyuwangi 2026 dibagi ke dalam tiga kategori usia, yaitu U12 untuk pelajar SD/MI sederajat, U15 bagi pelajar SMP/MTs sederajat, dan U19 untuk pelajar SMA/SMK/MA sederajat. Kompetisi berlangsung kompetitif sekaligus menjadi ruang pembinaan karakter disiplin, kekompakan, dan sportivitas bagi para peserta.
Tuan Rumah Menjaga Netralitas dan Profesionalisme
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK PGRI Rogojampi, Misadi, S.P., S.Pd., menegaskan bahwa sekolah memilih tidak mengirimkan tim dalam perlombaan. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen menjaga netralitas dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.
"Tujuan utama kami menjadi tuan rumah adalah melatih kedisiplinan siswa dan mengenalkan komunitas FORBASI ke lingkungan pendidikan. Selain itu, ini menjadi momentum agar SMK PGRI Rogojampi semakin dikenal luas oleh masyarakat Rogojampi, Srono, Kabat, Singojuruh, Blimbingsari, hingga seluruh wilayah Banyuwangi," ujar Misadi.
Seluruh proses teknis perlombaan diserahkan kepada panitia FORBASI Banyuwangi dengan dukungan penuh dari pengurus OSIS Bakti Taruna SMK PGRI Rogojampi. Kolaborasi tersebut membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, lancar, dan sesuai jadwal.
Momentum ini juga dimanfaatkan sekolah untuk memperkenalkan rencana pengembangan program pendidikan. Salah satunya adalah pembukaan kompetensi keahlian baru Tata Kecantikan Kulit dan Rambut (TKKR) yang diproyeksikan menjawab kebutuhan industri kecantikan yang terus berkembang.
"Kami berharap Tim Provena dapat ikut membantu memperkenalkan sekolah melalui karya-karya jurnalistiknya. Semoga tahun depan kami kembali dipercaya menjadi tuan rumah dengan dukungan yang lebih besar," tambah Misadi.
Kehadiran ratusan peserta, guru pendamping, pelatih, serta orang tua dari berbagai kecamatan di Banyuwangi menjadi media promosi yang efektif bagi sekolah. Selain memperkenalkan fasilitas pendidikan, kegiatan ini juga memperluas jejaring kerja sama antara sekolah dengan berbagai komunitas dan institusi pendidikan.
Seleksi Menuju KEJURDA Surabaya
Ketua Panitia FORBASI Banyuwangi sekaligus Komite Pertandingan, Luki Maulana Pratama, menjelaskan bahwa tujuan utama KEJURCAB FORBASI Banyuwangi 2026 adalah menjaring atlet baris-berbaris terbaik untuk mewakili Banyuwangi di tingkat provinsi.
Berbagai sekolah turut ambil bagian dalam kompetisi ini, mulai dari SD Mangir, SDN 2 Padang, SDN 4 Wringinpitu, SMPN 1 Banyuwangi, SMPN 3 Rogojampi, MTsN 1 Banyuwangi, MTsN 10 Banyuwangi, SMA Nurul Taqwa, MAN 3 Banyuwangi, hingga SMAN 1 Banyuwangi serta sekolah-sekolah lainnya.
"Persiapan untuk event pertama ini sudah cukup matang. Ke depan tentu akan kami evaluasi agar semakin baik. Kami juga berharap siswa SMK PGRI Rogojampi memperoleh pengalaman berharga dalam mengelola sebuah event besar sehingga siap ketika terlibat pada kegiatan serupa di masa mendatang," kata Luki.
Belajar dari Balik Layar Sebuah Kejuaraan
Kesuksesan penyelenggaraan KEJURCAB FORBASI Banyuwangi 2026 tidak terlepas dari peran aktif siswa SMK PGRI Rogojampi, khususnya pengurus OSIS Bakti Taruna. Mereka terlibat langsung dalam berbagai tugas kepanitiaan, mulai dari registrasi peserta, pengaturan alur pertandingan, sterilisasi arena, hingga memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai jadwal.
Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran nyata mengenai manajemen acara berskala besar. Selain melatih tanggung jawab dan kemampuan komunikasi, keterlibatan siswa juga mengasah kemampuan bekerja sama serta menyelesaikan persoalan secara cepat di lapangan.
Perjuangan, Semangat, dan Sportivitas
Apresiasi terhadap penyelenggaraan datang dari Pelatih MTsN 10 Banyuwangi, Coach Kim-Kim. Ia menilai fasilitas yang disediakan SMK PGRI Rogojampi sangat mendukung sehingga seluruh rangkaian lomba berlangsung dengan nyaman.
"Tantangan terbesar seorang pelatih adalah menyatukan 16 karakter yang berbeda menjadi satu tim yang solid. Namun, melalui kegiatan seperti ini anak-anak belajar disiplin, mandiri, dan memiliki banyak teman baru," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Mila, salah seorang wali murid MTsN 10 Banyuwangi. Menurutnya, atmosfer pertandingan berlangsung sangat meriah dan memberikan pengalaman berharga bagi para peserta maupun orang tua yang hadir.
Di sisi lain, peserta dari SMP Negeri 3 Rogojampi mengaku sempat diliputi rasa gugup saat tampil di hadapan ratusan penonton. Meski demikian, latihan yang dilakukan secara rutin membuat mereka mampu memberikan penampilan terbaik.
"Tantangan terbesarnya adalah menahan rasa gugup karena harus tampil di depan banyak orang. Tetapi kami berusaha memberikan yang terbaik untuk sekolah," ujarnya.
Semangat yang sama juga ditunjukkan oleh tim SD Negeri 4 Ringin, Kecamatan Tegaldlimo. Pelatih Ahmad Hari Setiawan menjelaskan bahwa persiapan dilakukan secara intensif selama 20 hari, bahkan latihan dilanjutkan hingga malam hari setelah kegiatan belajar selesai.
"Kami berharap bisa meraih Juara 1 atau Juara 2 agar dapat melaju ke Surabaya dan membawa nama baik sekolah serta Banyuwangi," tuturnya penuh optimisme.
Dedikasi para peserta dari berbagai jenjang pendidikan menunjukkan bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Di balik setiap penampilan terdapat proses panjang, latihan yang konsisten, kerja sama tim, serta semangat pantang menyerah yang patut diapresiasi.
Kolaborasi yang Menginspirasi
Keberhasilan SMK PGRI Rogojampi menjadi tuan rumah KEJURCAB FORBASI Banyuwangi 2026 membuktikan kesiapan sekolah dalam mendukung kegiatan positif bagi generasi muda. Tidak hanya sukses menyelenggarakan kompetisi, sekolah juga berhasil memperkuat citra sebagai institusi yang aktif mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan prestasi peserta didik.
Kesuksesan publikasi kegiatan ini juga didukung oleh Tim Jurnalistik dan Literasi PROVENA SMK PGRI Rogojampi yang melakukan peliputan serta wawancara secara langsung. Kehadiran PROVENA menjadi bagian penting dalam mendokumentasikan setiap proses sehingga semangat kompetisi, sportivitas, dan kolaborasi dapat terus menginspirasi masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang berani membuka ruang kolaborasi, mengembangkan potensi siswa, dan mendukung lahirnya generasi muda yang disiplin, kreatif, serta berkarakter. Karena sejatinya, setiap kompetisi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang membangun pengalaman, persahabatan, dan semangat untuk terus bertumbuh bersama.
Mari terus dukung kegiatan positif di lingkungan pendidikan. Bagikan semangat sportivitas, apresiasi setiap perjuangan peserta, dan sebarkan karya-karya literasi sekolah agar semakin banyak inspirasi yang lahir untuk kemajuan pendidikan di Banyuwangi.
Salam Literasi!
Jurnalis : Nadia Pratiwi dan Nur Wasiatur Rahma
Fotografi : Trio Andika