✍️ MENGAJAR MURID BERPIKIR KRITIS: MENANAM AKAR, BUKAN SEKADAR MEMETIK BUAH

Ditulis oleh ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd. - SMKS PGRI ROGOJAMPI
SMK Terbaik di Banyuwangi
ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd.

ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd.

Guru Mata Pelajaran

20 Tulisan

Di tengah derasnya arus informasi, kita sering menemukan ironi yang memprihatinkan. Murid mampu menghafal banyak materi pelajaran, tetapi kesulitan menjelaskan alasan di balik pendapatnya sendiri. Mereka cepat menerima informasi, namun belum tentu terbiasa mempertanyakan kebenarannya.

Fenomena ini semakin terlihat di era media sosial. Informasi datang seperti banjir yang meluap dari segala arah. Sebagian benar, sebagian keliru, dan tidak sedikit yang sengaja dibelokkan. Sayangnya, banyak anak hanya menjadi penonton arus informasi tanpa memiliki kemampuan untuk menyaringnya.

Padahal sekolah tidak dibangun untuk menghasilkan generasi yang sekadar pandai menjawab soal. Sekolah seharusnya menjadi tempat lahirnya manusia yang mampu berpikir, mempertimbangkan, lalu mengambil keputusan dengan akal sehat dan nurani yang terlatih.

Berpikir kritis ibarat akar pada sebuah pohon. Buah yang lebat memang menarik perhatian, tetapi akar yang kuatlah yang menentukan apakah pohon mampu bertahan saat diterpa badai. Begitu pula murid. Nilai tinggi mungkin terlihat membanggakan, tetapi kemampuan berpikir kritis akan menentukan bagaimana mereka menghadapi kehidupan yang sesungguhnya.

Persoalannya, banyak proses pembelajaran masih berpusat pada jawaban benar dan salah. Murid terbiasa mencari jawaban yang diinginkan guru, bukan mencari alasan mengapa jawaban itu layak dipercaya. Akibatnya, ruang berpikir sering kali lebih sempit daripada ruang menghafal.

Karena itu, guru perlu menghadirkan pembelajaran yang melatih keberanian berpikir. Bukan dengan ceramah yang semakin panjang, melainkan dengan pertanyaan yang memancing rasa ingin tahu. Di sinilah empat teknik mengajar agar murid lebih berpikir kritis menjadi relevan untuk diterapkan di ruang kelas.


Teknik pertama adalah Agree or Disagree.

Guru mengajukan pernyataan yang memancing perbedaan pandangan, lalu meminta murid menentukan posisi setuju atau tidak setuju.

Misalnya, guru menyampaikan pernyataan, “Demokrasi tidak selalu menjadi sistem terbaik.” Murid kemudian diminta menyiapkan minimal tiga argumen yang didukung logika maupun bukti untuk mempertahankan pendapatnya.

Sekilas metode ini tampak sederhana. Namun sesungguhnya yang sedang dilatih bukan keberanian berbeda pendapat semata, melainkan kemampuan menyusun alasan secara runtut. Murid belajar bahwa sebuah pendapat harus memiliki dasar, bukan sekadar mengikuti suara terbanyak.

Teknik kedua adalah Facts vs Opinions.

Guru menyajikan campuran informasi berupa fakta dan opini, kemudian murid diminta memverifikasi mana yang benar-benar berdasarkan data dan mana yang hanya merupakan pandangan seseorang.

Variasinya dapat diperluas menjadi fakta versus hoaks, bahkan video asli versus konten hasil kecerdasan buatan. Di tengah maraknya manipulasi informasi digital, kemampuan membedakan fakta dan opini menjadi bekal hidup yang semakin penting.

Sering kali masyarakat terpecah bukan karena kekurangan informasi, tetapi karena ketidakmampuan membedakan informasi yang valid dan yang menyesatkan. Karena itu, keterampilan ini tidak hanya berguna di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.

Teknik ketiga adalah Current Event atau memanfaatkan peristiwa aktual sebagai bahan belajar.

Guru menghadirkan berita terkini sebagai teachable moments, lalu mengajak murid mengupasnya secara kritis.

Pertanyaan sederhana seperti, “Dari perspektif siapa berita ini ditulis?” atau “Apakah cara penyajian data dalam berita ini bisa menyesatkan?” mampu membuka ruang diskusi yang kaya. Dari sini murid belajar bahwa setiap informasi memiliki konteks, sudut pandang, dan kepentingan tertentu.

Kebiasaan membaca berita juga perlu dibangun secara bertahap. Sebab seseorang tidak akan mampu berpikir kritis terhadap informasi yang tidak pernah ia baca.

Teknik keempat adalah Anti-mainstream Logic.

Guru mengajak murid keluar dari pola pikir yang sudah dianggap umum dan menantang mereka melihat kemungkinan lain yang jarang dipikirkan.

Pertanyaan seperti “Bagaimana jika...?” atau “Apa yang akan terjadi ketika...?” mendorong murid menyusun hipotesis dan alasan yang logis. Mereka tidak hanya belajar menerima kenyataan, tetapi juga membayangkan berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.

Di sinilah kreativitas dan berpikir kritis bertemu. Murid belajar bahwa sebuah persoalan tidak selalu memiliki satu sudut pandang. Ada banyak kemungkinan jawaban selama didukung argumentasi yang kuat.

Pada akhirnya, berpikir kritis bukan keterampilan yang lahir dari hafalan. Ia tumbuh dari kebiasaan bertanya, berdiskusi, membaca, mendengarkan, dan berani menguji sebuah gagasan. Prosesnya mungkin tidak instan, tetapi dampaknya akan bertahan jauh lebih lama dibanding sekadar nilai rapor.

Sebagai pendidik, kita tidak harus menunggu kurikulum baru untuk memulai perubahan. Kita bisa memulainya dari satu pertanyaan di kelas, satu diskusi sederhana, atau satu berita yang dibedah bersama murid.

Sebab pendidikan yang baik bukan hanya membuat murid tahu banyak hal. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membuat murid mampu berpikir sebelum percaya, memahami sebelum menghakimi, dan mencari kebenaran sebelum mengikuti keramaian.

Ketika ruang kelas menjadi ruang berpikir, bukan sekadar ruang mendengar, maka sekolah sedang menanam akar yang kuat bagi masa depan. Dan dari akar itulah, kelak akan tumbuh generasi yang tidak mudah terseret arus, tetapi mampu menjadi penunjuk arah bagi zamannya.


Sumber Referensi:

Napitupulu, E. L. (2023). Kemampuan memahami bacaan masih rendah. Kompas.id.

Gerlich, M. (2025). AI tools in society: Impacts on cognitive offloading and the future of critical thinking. Societies, 15(1), 6. https://doi.org/10.3390/soc15010006

05 Juni 2026 ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd.

Tulisan Lainnya dari Penulis

Baca opini dan tulisan menarik lainnya dari Andi Budi Setiawan, S.pd.

🤝 Mitra Sekolah

Instansi dan lembaga mitra yang bekerja sama dengan SMKS PGRI ROGOJAMPI

RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
PT. PEGADAIAN CABANG ROGOJAMPI
BINA KARYA GRAFIKA
KUA KECAMATAN ROGOJAMPI
PUSKESMAS KABAT
PT. MAJESTY SUKSES ABADI
PT. CIPTA SARANA CENDEKIA
BANK JATIM KF SRONO
PUSKESMAS SINGOJURUH
PT. BANK SYARIAH INDONESIA (FINANCING OUTLET BANYUWANGI)
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUWANGI
BAWASLU BANYUWANGI
KANTOR KECAMATAN SRONO
PT. HOTEL BULUSAN INDAH (KETAPANG INDAH HOTEL)
UPTD PUSKESMAS GITIK
HOTEL BINTANG MULIA
KPP Pratama Banyuwangi
EL HOTEL
BSI KCP GENTENG GAJAH MADA
BARES Rogojampi
FINANCING OUTLET BANYUWANGI
Yudi Vision
ASTON BANYUWANGI HOTEL & CONFERENCE
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 BANYUWANGI
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BANYUWANGI
PT. SOGEH BARENG BERGUNA SURABAYA
GRAND HARVEST RESORT AND VILLAS
KPU KABUPATEN BANYUWANGI
PT. JAYA SUBUR
PT. INDO BISMAR SURABAYA
Dinas Perikanan
PENGADILAN AGAMA BANYUWANGI
BSI KCP BANYUWANGI ROGOJAMPI
KANTOR KECAMATAN BANYUWANGI
PUSKESMAS GLADAG
PT. GLOBAL OFFSET SEJAHTERA
KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA
MIDTOWN HOTEL SURABAYA
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN BANYUWANGI
PT. EQUITYWORLD
KECAMATAN ROGOJAMPI
DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN
KANTOR PEMERINTAH DESA GLADAG
DAKON RESTO
Ravi Vision
KPH Banyuwangi Selatan
BLAMBANGAN COLLEGE
PT. AMARTHA MANUNGGAL PRIMA/ID EXPRESS
RAJA ADVERTISING
KECAMATAN KABAT
PT. PEGADAIAN CABANG BANYUWANGI
PT. BARES GROSIR SATU
VOTEL MANYAR RESORT BANYUWANGI
KSP MODERN KARYA UTAMA
BANWASLU
AKADEMI PENERBANGAN INDONESIA BANYUWANGI
BANK JATIM CABANG BANYUWANGI
JIWA JAWA RESORT IJEN
NEW SURYA HOTEL
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ARYOS STUDIO
KANTOR BALAI DESA SUKONATAR
POLSEK ROGOJAMPI
PT. RAMAYANA LESTARI
GBB BULOG WONOSOBO
UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI
PERUM PERHUTANI KPH BANYUWANGI BARAT
BADAN PENDAPATAN DAERAH
DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA
PT. RADIO SWARAWANGI TIMUR/RADIO BINTANG TENGGARA
SEKRETARIAT DPRD BANYUWANGI
BSI KCP BANYUWANGI S PARMAN
LUMINOR HOTEL JEMBER
KANTOR KECAMATAN SINGOJURUH
PT. SOGEH BARENG BERGUNA BANYUWANGI
POLSEK KABAT
SATLANTAS POLRESTA BANYUWANGI
BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN SEKRETARIAT DAERAH KAB. BANYUWANGI
Trinity
KANTOR DESA BENELAN LOR
HARRIS HOTEL & CONVENTIONS BUNDARAN SATELIT SURABAYA
ID Express Kabat
HOTEL LUMINOR BANYUWANGI
BANK BRI KC BANYUWANGI
CV. JADE INDOPRATAMA
Dinas Perhubungan
Bank JATIM Capem Rogojampi
PUDAM (PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM) CABANG ROGOJAMPI
Tulis