✍️ MENULIS ESAI: RUANG BEBAS GURU UNTUK BERPIKIR DAN BERSUARA

Ditulis oleh ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd. - SMKS PGRI ROGOJAMPI
SMK Terbaik di Banyuwangi
ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd.

ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd.

Guru Mata Pelajaran

19 Tulisan

Di dunia pendidikan, guru sering kali dituntut untuk sibuk mengajar, menilai, menyusun perangkat, dan menyesuaikan diri dengan kebijakan yang terus berubah. Namun, di balik rutinitas itu, ada satu ruang penting yang kerap terabaikan: ruang untuk berpikir, merenung, dan menyuarakan pengalaman. Di sinilah esai menemukan relevansinya.

Sejak lama, menulis menjadi jalan bagi manusia biasa untuk meninggalkan jejak gagasan. Imam Al-Ghazali pernah mengingatkan, jika seseorang bukan anak raja atau ulama besar, maka menulislah. Kalimat sederhana ini menyimpan pesan kuat: tulisan memberi ruang bagi siapa pun untuk dikenang melalui pikirannya. Bagi guru dan pegiat literasi, esai adalah salah satu bentuk paling manusiawi dari tulisan itu.

Esai dan Jejak Sejarahnya

Istilah esai pertama kali dikenal luas melalui Michel de Montaigne, filsuf Prancis abad ke-15. Baginya, esai adalah cerminan dan percobaan—upaya menuangkan gagasan secara lentur, reflektif, dan personal. Esai bukan puisi, tetapi tidak boleh kering dari rasa. Ia juga bukan cerpen atau novel, tetapi tetap harus bercerita dan menghadirkan suasana, meski secara tersirat.

Pandangan ini kemudian berkembang. Emha Ainun Nadjib dan Gus Dur, misalnya, melihat esai sebagai karya “bukan-bukan”: bukan puisi, bukan karya ilmiah. Posisi esai berada di antara keduanya—tidak seketat karya ilmiah, namun juga tidak sebebas puisi. Zen R.S. dan Ignas Kleden menegaskan bahwa dalam esai, pembaca tidak hanya berhadapan dengan teks, tetapi juga dengan penulisnya. Gerak pikiran, kegelisahan, dan sikap penulis terasa hadir di dalam tulisan.

Secara sederhana, esai dapat dipahami sebagai karangan prosa yang membahas suatu persoalan dari sudut pandang pribadi penulis. Ia bersifat subjektif dan interpretatif. Panjang esai tidak menjadi soal. Ada esai yang hanya ratusan kata, ada pula yang sangat panjang. Yang lebih penting adalah dampaknya bagi pembaca: apakah membuka pikiran, menggugah perasaan, atau memantik refleksi.

Ragam dan Bentuk Esai

Dalam praktiknya, esai hadir dalam berbagai bentuk. Ada esai deskriptif yang melukiskan objek atau peristiwa tertentu. Ada esai tajuk yang menyuarakan sikap terhadap isu sosial. Esai cukilan watak mengupas sisi-sisi kehidupan seseorang, sementara esai pribadi menyoroti pengalaman penulis sendiri. Selain itu, dikenal pula esai reflektif yang merenungkan kebijakan atau persoalan publik, serta esai kritik yang menilai kelebihan dan kekurangan suatu karya atau fenomena.

Keberagaman jenis ini menunjukkan bahwa esai adalah ruang yang terbuka. Guru dapat menulis tentang kelasnya, kebijakan pendidikan, perubahan kurikulum, atau pengalaman sederhana yang sarat makna.

Struktur yang Lentur, Bahasa yang Bertanggung Jawab

Meski esai dikenal longgar, bukan berarti ia tanpa struktur. Secara umum, esai memiliki pendahuluan, pembahasan, dan penutup. Pendahuluan berfungsi mengenalkan tema dan sudut pandang penulis. Pembahasan menjadi ruang pengembangan gagasan dan argumentasi. Penutup tidak harus berupa jawaban mutlak, melainkan simpulan reflektif yang mengikat keseluruhan tulisan.

Bahasa esai hendaknya tetap berpijak pada kaidah kebahasaan. Kata baku dan kalimat efektif penting agar gagasan tersampaikan dengan jernih. Namun, seperti diingatkan Montaigne, bahasa esai harus lentur—tidak kaku, tidak berjarak, dan dekat dengan pembaca.

Esai dan Dunia Pendidikan

Ruang lingkup esai sangat luas, termasuk pendidikan. Implementasi Kurikulum Merdeka, inovasi pembelajaran, peran guru, tantangan di kelas, hingga pembelajaran berdiferensiasi, semuanya dapat menjadi bahan esai. Esai memberi guru kesempatan untuk menuliskan praktik nyata, bukan sekadar laporan formal, tetapi refleksi jujur dari lapangan.

Proses menulis esai pun tidak rumit. Penulis cukup menentukan tema yang dikuasai, menyusun kerangka sederhana, membaca untuk memperkaya sudut pandang, lalu menulis dengan bahasa yang jelas. Tahap akhir yang tak kalah penting adalah membaca ulang tulisan untuk memastikan ketepatan ejaan dan alur.

Esai sebagai Latihan Kejujuran Intelektual

Menulis esai pada dasarnya adalah latihan kejujuran. Kejujuran pada pengalaman, pada kegelisahan, dan pada pikiran sendiri. Bagi guru dan pegiat literasi, esai bukan sekadar produk tulisan, melainkan proses menyelami diri dan realitas pendidikan.

Di tengah dunia yang serba cepat dan serba angka, esai mengajak kita melambat sejenak—berpikir, merasakan, lalu menuliskannya. Dari sanalah literasi tumbuh, bukan sebagai kewajiban, tetapi sebagai kesadaran.

17 April 2026 ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd.

Tulisan Lainnya dari Penulis

Baca opini dan tulisan menarik lainnya dari Andi Budi Setiawan, S.pd.

🤝 Mitra Sekolah

Instansi dan lembaga mitra yang bekerja sama dengan SMKS PGRI ROGOJAMPI

EL HOTEL
RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH
KECAMATAN ROGOJAMPI
KANTOR KECAMATAN SINGOJURUH
FINANCING OUTLET BANYUWANGI
DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN
PT. HOTEL BULUSAN INDAH (KETAPANG INDAH HOTEL)
PT. CIPTA SARANA CENDEKIA
KUA KECAMATAN ROGOJAMPI
Bank JATIM Capem Rogojampi
BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN BANYUWANGI
BSI KCP BANYUWANGI S PARMAN
HOTEL BINTANG MULIA
PERUM PERHUTANI KPH BANYUWANGI BARAT
ASTON BANYUWANGI HOTEL & CONFERENCE
KPH Banyuwangi Selatan
DAKON RESTO
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
HARRIS HOTEL & CONVENTIONS BUNDARAN SATELIT SURABAYA
BAWASLU BANYUWANGI
KECAMATAN KABAT
MIDTOWN HOTEL SURABAYA
KPU KABUPATEN BANYUWANGI
KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 BANYUWANGI
PT. MAJESTY SUKSES ABADI
KANTOR PEMERINTAH DESA GLADAG
Yudi Vision
DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA
PENGADILAN AGAMA BANYUWANGI
PT. AMARTHA MANUNGGAL PRIMA/ID EXPRESS
KPP Pratama Banyuwangi
BSI KCP BANYUWANGI ROGOJAMPI
PT. SOGEH BARENG BERGUNA BANYUWANGI
PT. GLOBAL OFFSET SEJAHTERA
PUDAM (PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM) CABANG ROGOJAMPI
PUSKESMAS GLADAG
RAJA ADVERTISING
POLSEK KABAT
HOTEL LUMINOR BANYUWANGI
UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI
BADAN PENDAPATAN DAERAH
SEKRETARIAT DPRD BANYUWANGI
KANTOR DESA BENELAN LOR
GRAND HARVEST RESORT AND VILLAS
Dinas Perikanan
PT. INDO BISMAR SURABAYA
BSI KCP GENTENG GAJAH MADA
KANTOR BALAI DESA SUKONATAR
KANTOR KECAMATAN SRONO
BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN SEKRETARIAT DAERAH KAB. BANYUWANGI
PT. PEGADAIAN CABANG BANYUWANGI
AKADEMI PENERBANGAN INDONESIA BANYUWANGI
BANK BRI KC BANYUWANGI
Dinas Perhubungan
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BANYUWANGI
SATLANTAS POLRESTA BANYUWANGI
PT. RADIO SWARAWANGI TIMUR/RADIO BINTANG TENGGARA
PT. EQUITYWORLD
CV. JADE INDOPRATAMA
KANTOR KECAMATAN BANYUWANGI
ID Express Kabat
VOTEL MANYAR RESORT BANYUWANGI
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
BANK JATIM CABANG BANYUWANGI
UPTD PUSKESMAS GITIK
PUSKESMAS SINGOJURUH
LUMINOR HOTEL JEMBER
PT. SOGEH BARENG BERGUNA SURABAYA
PT. BANK SYARIAH INDONESIA (FINANCING OUTLET BANYUWANGI)
JIWA JAWA RESORT IJEN
BANWASLU
GBB BULOG WONOSOBO
BARES Rogojampi
BANK JATIM KF SRONO
PT. JAYA SUBUR
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUWANGI
BINA KARYA GRAFIKA
BLAMBANGAN COLLEGE
PUSKESMAS KABAT
KSP MODERN KARYA UTAMA
PT. RAMAYANA LESTARI
PT. BARES GROSIR SATU
NEW SURYA HOTEL
PT. PEGADAIAN CABANG ROGOJAMPI
Trinity
POLSEK ROGOJAMPI
ARYOS STUDIO
Ravi Vision
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
Tulis