Sekolah Pusat Keunggulan

SMKS PGRI ROGOJAMPI | SMK Terbaik di Banyuwangi. Selamat datang di pusat informasi SMK PRO, pusat informasi pendidikan vokasi terbaik.

Visi

Terwujudnya Lulusan Berkompeten, Berkarakter, Profesional, Inovatif, Berwawasan Global dan Berakhlak Mulia

Misi Sekolah

Maskot SMK PRO
802+ Siswa Aktif
165+ Mitra Industri
6 Kompetensi

Upacara dan Briefing Harian

Dokumentasi upacara senin dan briefing harian sekolah

Upacara Hari Senin

Rangkuman amanat pembina

SMK PGRI Rogojampi Gelar Upacara Perdana Pasca Idul Fitri, Umumkan Agenda UKK dan Wakil LKS Provinsi 2026

SMK PGRI Rogojampi Gelar Upacara Perdana Pasca Idul Fitri, Umumkan Agenda UKK dan Wakil LKS Provinsi 2026

30 Maret 2026

SMK PGRI Rogojampi Gelar Apel Perdana Pasca Libur Idul Fitri, Sampaikan Agenda Penting dan Prestasi Siswa Suasana halaman SMK PGRI Rogojampi kembali ramai pada Senin pagi, 30 Maret 2026. Setelah melewati masa libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang penuh kebersamaan bersama keluarga, seluruh siswa kelas 10, 11, dan 12 dari berbagai jurusan kembali berkumpul untuk mengikuti upacara pertama di tahun ajaran yang sedang berjalan. Cuaca cerah yang sedikit terik di pagi itu tidak menyurutkan semangat para siswa untuk hadir dan menyimak sejumlah informasi penting yang disampaikan dalam kesempatan tersebut. Kegiatan upacara pagi ini dihadiri langsung oleh Kepala SMK PGRI Rogojampi, Bapak H. DANANG BAGIONO, S.Si., beserta seluruh dewan guru, staf karyawan, dan karyawati. Momen ini menjadi kesempatan berharga untuk menyampaikan beberapa hal krusial yang berkaitan dengan agenda akademik dalam waktu dekat, sekaligus menjadi ajang silaturahmi pertama setelah perayaan hari raya. Minal Aidin Wal Faizin: Silaturahmi dan Saling Memaafkan Sebelum memasuki pembahasan inti, terlebih dahulu disampaikan ucapan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh civitas akademika SMK PGRI Rogojampi. Ucapan ini merupakan bentuk silaturahmi dan saling memaafkan setelah bersama-sama menjalankan ibadah puasa selama bulan suci Ramadan. Harapan besar turut diungkapkan agar seluruh ibadah yang telah dijalankan—baik selama Ramadan maupun pada perayaan Idul Fitri—diterima oleh Allah SWT. Tak lupa, doa dipanjatkan agar seluruh warga sekolah dapat dipertemukan kembali dalam keadaan sehat dan penuh berkah di Idul Fitri tahun mendatang. Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan rasa saling menghormati antarwarga sekolah merupakan fondasi penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang kondusif. Pentingnya Menyimak dan Meneruskan Informasi Salah satu poin utama yang ditekankan dalam upacara pagi kali ini adalah mengenai budaya menerima dan meneruskan informasi. Permasalahan ini diangkat berdasarkan pengalaman selama periode ujian di bulan Ramadan lalu, di mana beberapa siswa yang seharusnya mengikuti ujian susulan ternyata tidak hadir meskipun pemberitahuan telah disampaikan hingga dua sampai tiga kali secara berulang. Ironisnya, di saat yang sama terdapat siswa-siswa lain yang berada dalam kondisi serupa—yakni harus mengikuti ujian susulan—namun mereka justru hadir tepat waktu karena menyimak informasi dengan baik. Fenomena ini menunjukkan bahwa akar masalahnya bukan pada kurangnya penyebaran informasi, melainkan pada kesadaran dan tanggung jawab masing-masing siswa dalam menerima serta memproses informasi tersebut. Seluruh siswa—terutama mereka yang memiliki catatan khusus atau tengah menjalani proses akademik tertentu—diimbau secara tegas untuk lebih serius dalam menyimak setiap pengumuman. Lebih dari itu, setiap informasi yang diterima hendaknya segera diteruskan kepada orang tua, wali, atau anggota keluarga lain yang dapat membantu memastikan kelancaran proses akademik. Langkah sederhana ini diharapkan mampu mencegah terulangnya kejadian miskomunikasi yang pada akhirnya merugikan siswa itu sendiri. Gladi dan Ujian UKK Kelas 12: Persiapan Menuju Kelulusan Informasi berikutnya yang menjadi sorotan adalah pengumuman bahwa siswa kelas 12 dari jurusan Kuliner, Perhotelan, dan Pemasaran akan segera menjalani tahapan penting menjelang kelulusan, yaitu Uji Kompetensi Keahlian (UKK). UKK merupakan salah satu komponen penilaian akhir yang sangat krusial bagi siswa SMK karena menjadi tolok ukur penguasaan kompetensi keahlian sesuai bidang masing-masing. Jadwal yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut: pada hari Senin dan Selasa, tanggal 30 dan 31 Maret 2026, seluruh siswa kelas 12 menjalani gladi atau simulasi UKK. Kegiatan gladi ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara matang, baik dari segi teknis maupun mental, sebelum menghadapi ujian sesungguhnya. Selama gladi berlangsung, para peserta diminta untuk memperhatikan setiap arahan dan petunjuk teknis dari masing-masing kepala program keahlian agar tidak terjadi kesalahan prosedur saat pelaksanaan ujian yang sebenarnya. Adapun pelaksanaan Ujian UKK resmi dijadwalkan pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 1–2 April 2026. Dalam dua hari tersebut, siswa kelas 12 akan diuji secara langsung untuk menunjukkan kemampuan dan keterampilan yang telah dipelajari selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMK PGRI Rogojampi. Hasil dari UKK ini akan menjadi salah satu penentu kelulusan dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kebijakan Pembelajaran untuk Kelas 10 dan 11 Sementara kelas 12 menjalani rangkaian UKK, siswa kelas 10 dan 11 tetap diwajibkan mengikuti kegiatan pembelajaran seperti biasa selama masa gladi berlangsung. Namun, terdapat catatan penting bahwa selama pelaksanaan ujian UKK kelas 12—yakni pada tanggal 1 dan 2 April—ada kemungkinan diberlakukan kebijakan pembelajaran daring (online) bagi kelas 10 dan 11. Apabila kebijakan tersebut resmi diberlakukan, seluruh siswa diminta untuk tetap disiplin mengikuti arahan dari guru masing-masing meskipun belajar dari rumah. Ditegaskan pula agar siswa tidak mengenakan seragam sekolah dan berangkat dari rumah dengan dalih ke sekolah, namun nyatanya tidak sampai di lokasi. Pesan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kedisiplinan seluruh peserta didik. Empat Siswa Terbaik Siap Wakili Banyuwangi di LKS Tingkat Provinsi 2026 Kabar yang paling membanggakan dari apel pagi kali ini adalah pengumuman bahwa SMK PGRI Rogojampi berhasil mengirimkan empat siswa terbaiknya untuk berkompetisi dalam ajang bergengsi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026. LKS merupakan kompetisi tahunan yang menjadi tolok ukur kualitas pendidikan vokasi di seluruh Indonesia, dan keberhasilan lolos ke tingkat provinsi merupakan pencapaian yang patut dibanggakan. Keempat siswa yang akan membawa nama Kabupaten Banyuwangi di kancah provinsi tersebut adalah: Nama Siswa Kelas Bidang Lomba Dilan Al-Baros 11 Pemasaran Pemasaran Dian Prakoso 11 Kuliner 1 Kuliner Candra Luki Prayogo 11 Kuliner 1 Kuliner Sherly Damayanti 12 Perhotelan 2 Perhotelan Keikutsertaan keempat siswa ini menunjukkan bahwa SMK PGRI Rogojampi memiliki kualitas pembinaan yang konsisten di berbagai bidang keahlian. Yang menarik, perwakilan kali ini berasal dari tiga jurusan berbeda—Pemasaran, Kuliner, dan Perhotelan—yang menandakan bahwa prestasi tersebar merata di berbagai program keahlian yang tersedia. Seluruh civitas akademika turut diminta untuk mendoakan keberhasilan para perwakilan ini agar dapat tampil maksimal. Pasalnya, mereka bukan hanya membawa nama almamater, tetapi juga memikul harapan seluruh Kabupaten Banyuwangi di ajang kompetisi yang sangat kompetitif tersebut. Semangat Menjaga Konsistensi Prestasi di Tahun-Tahun Mendatang Di penghujung upacara, sebuah pesan motivasi yang kuat bergema di hadapan seluruh siswa. Prestasi yang telah diraih oleh para senior dan rekan-rekan mereka di ajang LKS hendaknya tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, melainkan harus dijadikan bahan bakar semangat bagi setiap siswa di semua jurusan untuk turut berkontribusi dan berprestasi. Setiap jurusan—baik Pemasaran, Kuliner, Perhotelan, maupun jurusan lainnya—diharapkan dapat memaksimalkan peran serta dalam pembinaan kompetensi. Tujuannya jelas: agar SMK PGRI Rogojampi mampu menjaga konsistensi kehadirannya di level provinsi dan bahkan menembus prestasi yang lebih tinggi di tahun-tahun mendatang. Lomba Kompetensi Siswa merupakan salah satu ciri khas dan kebanggaan utama Sekolah Menengah Kejuruan di seluruh Indonesia. Menjaga tradisi berprestasi di ajang ini bukanlah tanggung jawab segelintir orang, melainkan merupakan misi bersama seluruh warga SMK PGRI Rogojampi—dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Dengan berbagai agenda penting dan prestasi yang terus ditorehkan, SMK PGRI Rogojampi membuktikan diri sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasi yang serius dalam mencetak generasi muda berkompeten dan berdaya saing tinggi di Kabupaten Banyuwangi. Semangat "SMK Bisa, SMK Hebat, SMK Pro-Bisa Hebat" terus bergema sebagai pemantik untuk tidak pernah berhenti berkarya dan berprestasi.

Pentingnya Menjaga Citra Sekolah: Kedisiplinan, Kebersihan, dan Prestasi Siswa

Pentingnya Menjaga Citra Sekolah: Kedisiplinan, Kebersihan, dan Prestasi Siswa

26 Januari 2026

Lingkungan pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter. Bagi institusi vokasi seperti SMK PGRI Rogojampi, menjaga nama baik almamater merupakan tanggung jawab bersama yang diemban oleh seluruh civitas akademika, mulai dari staf pengajar hingga peserta didik. Kedisiplinan siswa di ruang publik, kebersihan lingkungan, serta sistem keamanan yang terintegrasi menjadi pilar utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Menjaga Integritas Almamater di Ruang Publik Salah satu sorotan utama dalam pendidikan karakter adalah perilaku siswa saat berada di luar lingkungan sekolah. Ketika mengenakan seragam, siswa secara otomatis menjadi representasi berjalan dari institusi tempat mereka belajar. Oleh karena itu, etika dan perilaku di ruang publik menjadi hal yang sangat krusial. Pihak sekolah sangat menekankan agar siswa tidak melakukan aktivitas yang kontraproduktif, seperti merokok atau berkumpul di pinggir jalan, saat masih mengenakan atribut sekolah lengkap. Tindakan segelintir oknum siswa dapat memberikan dampak signifikan terhadap persepsi masyarakat luas. Demi menjaga citra positif sekolah—terutama di masa-masa krusial seperti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)—siswa dihimbau untuk segera pulang dan mengganti seragam sebelum melakukan aktivitas pribadi. Hal ini bertujuan untuk memisahkan urusan personal dengan identitas lembaga, sehingga marwah sekolah tetap terjaga di mata publik. Budaya Bersih: Disiplin Piket Sepulang Sekolah Kebersihan lingkungan belajar adalah cerminan dari kedisiplinan warganya. Untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif di pagi hari, manajemen kebersihan sekolah perlu diatur dengan sistematis. Di SMK PGRI Rogojampi, pelaksanaan piket kelas diwajibkan untuk dilakukan tepat setelah jam pelajaran berakhir (sore hari). Kebijakan ini diselaraskan dengan jadwal operasional petugas kebersihan yang mengangkut sampah pada sore hari. Dengan menerapkan disiplin ini, ruang kelas dan lingkungan sekolah dipastikan sudah dalam kondisi bersih dan asri saat kegiatan belajar mengajar dimulai keesokan harinya, tanpa adanya sisa sampah yang menumpuk. Peningkatan Keamanan dengan Teknologi CCTV Keamanan dan ketertiban adalah prioritas utama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Sebagai langkah preventif dan pengawasan, sekolah telah mengadopsi teknologi keamanan modern dengan memasang kurang lebih 89 titik kamera pengawas (CCTV). Pemantauan ini mencakup hampir seluruh area strategis, mulai dari ruang kelas, koridor, hingga area terbuka di lingkungan sekolah. Keberadaan sistem pengawasan 24 jam ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk selalu menaati tata tertib. Rekaman CCTV berfungsi sebagai bukti objektif yang valid jika terjadi pelanggaran aturan atau insiden kehilangan barang, sehingga transparansi dan keadilan dapat ditegakkan. Prestasi Alumni Sebagai Inspirasi Generasi Penerus Di balik ketatnya aturan dan disiplin, output yang dihasilkan dari pendidikan karakter yang kuat adalah prestasi yang membanggakan. Keberhasilan para alumni di kancah nasional menjadi bukti nyata kualitas pendidikan yang diterapkan. Salah satu kisah inspiratif datang dari salah satu alumni yang berhasil menembus seleksi 20 besar Tim Nasional Sepak Bola Indonesia. Pencapaian ini tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menjadi motivasi besar bagi siswa-siswi aktif untuk terus mengembangkan potensi diri. Prestasi ini membuktikan bahwa dengan kedisiplinan dan kerja keras, siswa SMK siap bersaing dan berprestasi di tingkat tertinggi.

Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah: Tanggung Jawab Bersama Warga SMK PGRI Rogojampi

Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekolah: Tanggung Jawab Bersama Warga SMK PGRI Rogojampi

19 Januari 2026

Kebersihan Sebagai Cerminan Kepribadian dan Kedisiplinan Kebersihan lingkungan sekolah merupakan aspek fundamental yang mencerminkan kepribadian dan tingkat kedisiplinan warga sekolah. Lebih dari sekadar estetika, lingkungan yang bersih memiliki dampak signifikan terhadap kenyamanan, kesehatan, dan semangat belajar. Manfaat Lingkungan Bersih bagi Proses Pembelajaran Lingkungan sekolah yang terjaga kebersihannya akan menciptakan ruang yang nyaman dan sehat. Kondisi ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan semangat belajar. Sebaliknya, lingkungan yang kotor dapat menimbulkan berbagai kerugian, mulai dari potensi penyakit hingga ketidaknyamanan yang mengganggu konsentrasi selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Kebersihan: Tanggung Jawab Seluruh Warga Sekolah Menjaga kebersihan lingkungan sekolah bukanlah tugas eksklusif petugas kebersihan semata. Seluruh warga sekolah—mulai dari guru, staf, hingga siswa—memiliki kewajiban yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri. Langkah-Langkah Sederhana Menjaga Kebersihan Upaya menjaga kebersihan dapat dimulai dari hal-hal kecil namun berdampak besar, antara lain: Membuang sampah pada tempatnya – Kebiasaan sederhana ini merupakan fondasi utama dalam menjaga kebersihan. Melaksanakan piket sesuai jadwal – Pastikan kondisi kelas bersih sebelum dan sesudah pembelajaran berlangsung. Tidak mencoret-coret fasilitas sekolah – Menjaga tembok, kursi, dan meja tetap bersih dari coretan. Menjaga kebersihan toilet – Area ini memerlukan perhatian khusus karena digunakan bersama oleh seluruh warga sekolah. Kebersihan Pasca Makan Bergizi Gratis (MBG) Beberapa bulan terakhir, siswa SMK PGRI Rogojampi telah menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini patut disyukuri karena memberikan semangat baru bagi siswa dalam menjalani aktivitas belajar di sekolah. Namun, program ini harus diimbangi dengan kesadaran menjaga kebersihan. Siswa dianjurkan untuk: Menyediakan kantong plastik cadangan untuk menampung sisa-sisa makanan dan kulit buah. Memastikan kondisi kelas tetap bersih setelah kegiatan MBG selesai. Membuang sampah sisa MBG secara tertib dan terorganisir. Kesimpulan Menjaga kebersihan lingkungan sekolah adalah tanggung jawab dan kewajiban bersama. Dengan kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh warga sekolah, lingkungan belajar yang bersih, nyaman, dan kondusif dapat terwujud. Mari kita jadikan kebersihan sebagai budaya dan kebiasaan positif yang melekat dalam keseharian kita di sekolah.

Briefing Harian

Rangkuman briefing harian

Kunci Sinergi dan Kebersamaan: Rahasia Keberhasilan SMK PGRI Rogojampi

Kunci Sinergi dan Kebersamaan: Rahasia Keberhasilan SMK PGRI Rogojampi

31 Juli 2026

Keberhasilan sebuah lembaga pendidikan dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat tidak pernah lepas dari rasa syukur dan kerja keras kolektif. Ketika SMK PGRI Rogojampi berhasil meningkatkan jumlah penerimaan siswa baru dibanding tahun sebelumnya sekaligus mempertahankan kualitas layanan pendidikan, hal tersebut merupakan buah dari komitmen bersama seluruh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan. Pencapaian ini semakin mempertegas posisi sekolah sebagai salah satu SMK di Banyuwangi yang berorientasi pada mutu, karakter, dan prestasi. Namun, di balik keberhasilan tersebut, terdapat pondasi utama yang terus dijaga: sinergi, rasa memiliki, dan filosofi kebersamaan. 1. Organisasi Sekolah Ibarat Satu Tubuh Manusia Dalam upaya mewujudkan visi sebagai SMK Terbaik di Banyuwangi, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah (Waka), hingga jajaran Guru dan Staf di SMK PGRI Rogojampi berdiri sebagai satu kesatuan organ dalam satu tubuh. Setiap bagian memiliki Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang berbeda, namun bergerak ke satu arah tujuan yang sama. Kepala Sekolah berperan menentukan arah dan kebijakan strategis pengembangan sekolah. Wakil Kepala Sekolah mengordinasikan operasional program keahlian dan kesiswaan. Guru dan Staf menjadi ujung tombak yang berinteraksi langsung dalam proses pembelajaran serta pelayanan kepada peserta didik. Jika salah satu organ tubuh merasa sakit atau tidak berfungsi, seluruh tubuh akan merasakan dampaknya. Keselarasan langkah sesuai tupoksi menjadi syarat mutlak untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang sehat, kondusif, dan unggul. 2. Kesolidan Tim: Budaya Tanpa Saling Menyalahkan Reputasi SMK PGRI Rogojampi sebagai pilihan SMK di Banyuwangi yang berkualitas dibentuk melalui iklim kerja yang solid dan matang. Kunci keberhasilan tim terletak pada ketiadaan budaya saling menyalahkan (no-blaming culture) saat menghadapi tantangan operasional maupun pembelajaran. Dalam budaya kerja yang solid: Setiap kendala dipandang sebagai ruang evaluasi dan penyempurnaan bersama, bukan ajang menunjuk kesalahan individu. Seluruh elemen bekerja tanpa ego sektoral atau merasa diri paling unggul. Semua pihak berdiri sejajar, saling melengkapi celah, dan menguatkan satu sama lain. Tidak ada peran yang dianggap lebih penting dari yang lain. Kontribusi sekecil apa pun dari setiap pendidik dan staf memiliki nilai yang bermakna bagi kemajuan sekolah. 3. Filosofi Pegangan Tangga: Tumbuh Bersama, Bukan Memijak Teman Prinsip kebersamaan di lingkungan SMK PGRI Rogojampi diwarnai oleh filosofi yang mendalam: menjadikan rekan kerja sebagai "pegangan tangga", bukan "anak tangga". Anak tangga yang dipijak melambangkan sikap oportunis—memanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadi tanpa memedulikan keselamatan dan rasa hormat terhadap kawan. Pegangan tangga adalah simbol support system. Kehadirannya memberikan rasa aman, menopang saat melangkah ke tingkat yang lebih tinggi, dan memastikan seluruh anggota tim tumbuh dan maju bersama. Dengan memegang teguh filosofi ini, seluruh civitas akademika saling merangkul, memfasilitasi dorongan positif, dan menciptakan iklim kerja yang harmonis demi melahirkan generasi lulusan terbaik di Banyuwangi. 4. Merawat Syukur dan Terus Berbenah Demi Masa Depan Mendapatkan kepercayaan masyarakat Banyuwangi hingga terjadi peningkatan kuantitas peserta didik merupakan amanah besar bagi SMK PGRI Rogojampi. Rasa syukur ini diwujudkan dalam bentuk peningkatan mutu pembelajaran, sarana prasarana, serta pembinaan karakter siswa secara berkelanjutan. Melalui sinergi yang kokoh antara Kepala Sekolah, Waka, dan seluruh guru, SMK PGRI Rogojampi optimis untuk terus melangkah mantap sebagai salah satu jajaran SMK Terbaik di Banyuwangi yang siap mencetak lulusan terampil, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.

Budaya Briefing Pagi SMKS PGRI Rogojampi: Membangun Evaluasi Kinerja dan Kolaborasi Solid

Budaya Briefing Pagi SMKS PGRI Rogojampi: Membangun Evaluasi Kinerja dan Kolaborasi Solid

30 Juli 2026

Rogojampi, Banyuwangi — Mengawali aktivitas dengan semangat baru, seluruh staf pendidik dan tenaga kependidikan di SMKS PGRI Rogojampi secara konsisten menggelar kegiatan briefing pagi. Agenda rutin ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan persepsi, mengevaluasi efektivitas kerja harian, serta memperkuat komunikasi internal antarbagian. Briefing pagi di lingkungan sekolah tidak sekadar menjadi rutinitas formalitas sebelum jam pembelajaran dimulai. Lebih dari itu, forum singkat ini dimanfaatkan sebagai sarana membangun budaya kerja yang terbuka, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan pelayanan edukasi. Tiga Pilar Utama Pembinaan Karakter Kerja Pendidik Melalui arahan pembinaan harian, manajemen SMKS PGRI Rogojampi menekankan tiga aspek kunci yang menjadi fondasi profesionalisme seluruh staf: 1. Evaluasi Kinerja Harian yang Konstruktif Peningkatan kualitas pelayanan pendidikan memerlukan peninjauan yang berkesinambungan. Melalui briefing pagi, setiap unit kerja diajak untuk merefleksikan capaian tugas, mengidentifikasi potensi kendala operasional, dan merumuskan solusi secara cepat. Budaya evaluasi yang dibangun mengedepankan pendekatan reflektif dan suportif, sehingga setiap masukan diterima sebagai peluang untuk tumbuh bersama tanpa adanya sikap saling menyalahkan. 2. Sinergi dan Kolaborasi Antar-Unit Kerja Kelancaran kegiatan belajar mengajar serta administrasi sekolah sangat bergantung pada keterpaduan peran antarbagian. Mulai dari dewan guru, staf Tata Usaha (TU), tim sarana prasarana, hingga petugas keamanan dan kebersihan saling bahu-membahu dalam satu ekosistem. Komunikasi yang mengalir aktif saat briefing pagi membantu memangkas hambatan birokrasi internal, sehingga beban kerja terdistribusi secara seimbang dan efisien. 3. Integritas dan Pemisahan Ranah Personal-Profesional Kematangan profesional ditunjukkan melalui kemampuan menjaga fokus dan proporsionalitas kerja. Staf dan guru senantiasa diingatkan untuk mengelola urusan pribadi agar tidak memengaruhi kualitas interaksi di lingkungan sekolah. Sebaliknya, dinamika pekerjaan diselesaikan secara tuntas di area profesional tanpa membawa beban pikiran ke rumah. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memelihara keseimbangan hidup (work-life balance) sekaligus menjaga iklim kerja tetap kondusif dan ramah bagi peserta didik. Komitmen Kualitas Layanan Pendidikan Vokasi Melalui penguatan evaluasi berkelanjutan dan soliditas tim, SMKS PGRI Rogojampi terus memantapkan langkahnya dalam memberikan layanan pendidikan kejuruan yang unggul. Konsistensi dalam membangun etos kerja yang sehat ini menjadi salah satu pilar utama bagi sekolah untuk terus berkembang dan memperkuat reputasinya sebagai salah satu SMK terbaik di Banyuwangi.

Pelayanan Prima (Service Excellent) dengan Konsep A6: Kunci Menjaga Kebesaran Lembaga Pendidikan

Pelayanan Prima (Service Excellent) dengan Konsep A6: Kunci Menjaga Kebesaran Lembaga Pendidikan

30 Januari 2026

Menjaga kebesaran sebuah lembaga pendidikan bukanlah perkara mudah. Seperti halnya baju yang perlu dirawat agar tetap nyaman dipakai, lembaga yang sudah besar pun membutuhkan perawatan dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Tanpa upaya tersebut, yang tersisa hanyalah "baju kebesaran" — besar namanya, namun kosong substansinya. Kebesaran yang Perlu Dijaga Banyak lembaga pendidikan yang berkembang pesat dari segi fisik maupun kuantitas peserta didik. Gedung bertambah tinggi, jumlah siswa meningkat dari ratusan menjadi ribuan. Lompatan pertumbuhan ini merupakan sebuah keajaiban (the miracle) yang patut disyukuri. Namun, kebesaran secara fisik dan jumlah tidak akan berarti apa-apa jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kinerja. Ibarat seseorang yang memiliki baju berukuran besar, jika ia tidak menjaga kesehatan tubuhnya, lama-kelamaan baju tersebut akan menjadi longgar dan tidak lagi proporsional. Demikian pula dengan lembaga pendidikan — jika tidak dijaga dengan baik, kebesarannya akan terkikis seiring berjalannya waktu. Konsep A6: Fondasi Pelayanan Prima Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan lembaga adalah konsep Service Excellent atau Pelayanan Prima dengan pendekatan A6. Konsep ini terdiri dari enam elemen penting: Attitude (Sikap) Sikap adalah fondasi utama dalam melayani. Menunjukkan sikap positif kepada semua pihak — baik peserta didik, wali murid, tamu, maupun sesama rekan kerja — merupakan hal yang esensial. Melayani dengan ramah, sopan, dan santun adalah cerminan dari attitude yang baik. Sikap yang buruk, seperti tidak memperhatikan lawan bicara saat berkomunikasi, akan memberikan kesan negatif terhadap lembaga. Attention (Perhatian) Perhatian terhadap seluruh aspek yang ada di lembaga sangat diperlukan. Mulai dari penataan area parkir, perawatan aset-aset sekolah, hingga hal-hal kecil lainnya. Dengan memiliki rasa memiliki (sense of belonging) terhadap lembaga, setiap individu akan terdorong untuk menjaga dan merawat apa yang ada. Lembaga pendidikan adalah ladang rezeki bagi banyak orang, sehingga sudah sepatutnya dijaga bersama. Action (Tindakan) Kesuksesan membutuhkan dua hal: mimpi dan tindakan (dream and action). Memiliki harapan dan cita-cita saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan tindakan nyata. Jika ingin lembaga berkembang, seluruh elemen harus bergerak aktif — bukan sekadar mengamini doa, tetapi juga berikhtiar dengan kerja nyata. Ability (Kemampuan) Melayani dengan baik membutuhkan kemampuan yang memadai. Kemampuan ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan juga kemampuan berkomunikasi. Ketika menerima tamu, misalnya, gestur tubuh dan bahasa verbal harus mencerminkan profesionalisme dan keramahan. Bertanya dengan santun, "Ada yang bisa saya bantu?" adalah contoh sederhana dari kemampuan komunikasi yang baik. Appearance (Penampilan) Penampilan bukan soal bergaya, melainkan tentang menjaga kewibawaan dan nilai diri. Tiga kata kunci dalam penampilan adalah: serasi, rapi, dan bersih. Penampilan yang baik, baik secara fisik maupun non-fisik (termasuk kebersihan tubuh), akan memberikan kesan positif. Seorang pendidik yang tampil dengan baik di hadapan peserta didik akan lebih dihormati dan memiliki nilai (value) tersendiri. Accountability (Tanggung Jawab) Setiap individu dalam lembaga memiliki tanggung jawab yang sama terhadap keberlangsungan dan kemajuan lembaga. Ketika ada kerusakan atau kehilangan, bukan waktunya untuk saling menyalahkan, melainkan waktu untuk bersama-sama bertanggung jawab dan mencari solusi. Rasa memiliki bersama akan melahirkan tanggung jawab kolektif yang kuat. Briefing atau kegiatan rutin pagi di SMK PGRI Rogojampi bukanlah sekadar formalitas. Kegiatan ini memiliki dampak nyata dalam membentuk kedisiplinan, membangun komunikasi, dan meningkatkan kualitas layanan. Dengan menerapkan konsep A6 — Attitude, Attention, Action, Ability, Appearance, dan Accountability — SMK PGRI Rogojampi dapat menjaga kebesarannya, bukan hanya dalam nama, tetapi juga dalam kualitas dan kinerja yang sesungguhnya. Kebesaran sejati sebuah lembaga terletak pada komitmen seluruh elemen untuk terus meningkatkan diri dan melayani dengan sepenuh hati.

Tantangan Kedisiplinan Siswa: Mengatasi Perilaku Merokok di Lingkungan Sekolah

Tantangan Kedisiplinan Siswa: Mengatasi Perilaku Merokok di Lingkungan Sekolah

24 Januari 2026

Kedisiplinan siswa merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen sekolah, bukan hanya beban bagian kesiswaan semata. Dalam menghadapi tantangan perilaku menyimpang, khususnya kebiasaan merokok yang marak terjadi di area sekolah, diperlukan koordinasi dan kerja sama dari seluruh guru, karyawan, hingga tim keamanan. Modus Operandi Siswa dalam Menghindari Pengawasan Fenomena yang kerap terjadi di berbagai sekolah adalah siswa yang melakukan pelanggaran telah mengembangkan sistem pengawasan sendiri. Mereka menempatkan beberapa siswa, termasuk siswa perempuan, di luar area tertentu untuk berjaga dan memberikan kode peringatan ketika ada guru atau petugas keamanan yang mendekat. Beberapa titik rawan yang umumnya menjadi lokasi pelanggaran meliputi: Kamar mandi di area belakang - Sering digunakan untuk merokok karena minimnya pengawasan Kamar mandi lantai atas - Menjadi titik kritis dengan jumlah pelanggar yang cukup banyak dalam satu waktu Area dekat kantin - Lokasi strategis bagi siswa yang berjaga untuk memberikan kode peringatan Sudut-sudut tersembunyi - Berpotensi menjadi tempat transaksi barang terlarang Strategi Penanganan yang Efektif Untuk mengatasi permasalahan ini, beberapa langkah strategis perlu diimplementasikan: Penutupan Area Rawan Bagian-bagian tertentu yang teridentifikasi sebagai lokasi pelanggaran dapat dipertimbangkan untuk ditutup atau direstrukturisasi guna mencegah penyalahgunaan. Penguatan Patroli Keamanan Tim keamanan sekolah perlu menyusun jadwal patrol rutin yang konsisten, khususnya di titik-titik rawan. Kehadiran berkelanjutan diharapkan dapat menciptakan rasa sungkan dan memberikan efek jera pada siswa. Peran Aktif Wali Kelas Wali kelas berperan sebagai "telinga" bagi tim kesiswaan dengan menyampaikan informasi-informasi terkini terkait pelanggaran kedisiplinan. Komunikasi yang baik antara wali kelas dan tim kedisiplinan sangat penting. Pendekatan Pembinaan Pendekatan yang digunakan sebaiknya bersifat mendidik, bukan memusuhi. Perlu disadari bahwa di era modern ini, paparan terhadap rokok dan zat berbahaya lainnya semakin dini. Tugas sekolah adalah menjaga agar minimal di lingkungan pendidikan, perilaku tersebut tidak terjadi. Tanggung Jawab Kolektif Seluruh karyawan dan tenaga pendidik di lingkungan sekolah memiliki kewajiban untuk memberikan arahan kepada siswa yang melakukan kesalahan. Kedisiplinan bukan monopoli bagian kesiswaan, melainkan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan sinergi dari semua pihak. Meskipun pihak sekolah tidak dapat mengontrol perilaku siswa di luar lingkungan sekolah atau di rumah, namun komitmen bersama untuk menjaga lingkungan sekolah tetap kondusif dan bebas dari perilaku negatif merupakan prioritas utama. Dengan semangat mendidik dan niat tulus untuk kebaikan generasi muda, upaya pembinaan kedisiplinan perlu dilakukan secara berkesinambungan. Setiap tahun ajaran membawa tantangan baru dengan masuknya siswa-siswa baru, namun dengan kerja sama seluruh elemen sekolah, lingkungan pendidikan yang sehat dan positif dapat terwujud. Ingatlah bahwa tugas pendidik adalah membina, bukan memusuhi—karena pada hakikatnya, ini adalah ibadah untuk masa depan anak-anak bangsa.

Membangun Optimisme dan Sinergi Menuju PPDB 2026

Membangun Optimisme dan Sinergi Menuju PPDB 2026

21 Januari 2026

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas nikmat kesehatan dan kesempatan untuk terus berkarya di lembaga ini. Segala kondisi yang kita hadapi, termasuk cuaca pagi ini, adalah bagian dari skenario terbaik-Nya yang patut kita syukuri sebagai penata hati dan pembawa keberkahan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW. Memasuki bulan Januari 2026, kita kembali dihadapkan pada momentum krusial bagi keberlangsungan institusi kita. Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu menjadi perhatian bersama: 1. Fokus Utama pada PPDB 2026 Momen Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) adalah prioritas kita saat ini. Kita menyambut dengan apresiasi tinggi setiap langkah strategis yang dilakukan Tim SMKPRO dalam menyebarkan informasi. Ikhtiar Maksimal: Sosialisasi dan penyebaran informasi harus dilakukan dengan sukacita dan totalitas. Tujuan Strategis: Upaya ini bertujuan menjadikan sekolah kita lebih dikenal, dipercaya, dan tetap menjadi acuan sekolah rujukan di tengah masyarakat. 2. Pentingnya Stabilitas Jumlah Siswa Bagi lembaga pendidikan swasta, jumlah peserta didik adalah fondasi utama operasional dan kesejahteraan. Eksistensi Lembaga: Berbeda dengan sekolah negeri, eksistensi kita bergantung penuh pada kepercayaan masyarakat yang terwujud dalam jumlah siswa. Tanggung Jawab Bersama: Menjaga stabilitas jumlah siswa adalah tanggung jawab kolektif. Setiap elemen sekolah diharapkan berperan aktif menarik minat calon peserta didik baru. 3. Prinsip Kerja: Tawakkal Setelah Ikhtiar Kita memegang teguh prinsip profesionalitas yang dibarengi dengan spiritualitas. Tugas kita adalah memaksimalkan ikhtiar dengan cara-cara yang baik dan bermartabat. Hasil Terbaik: Kita meyakini bahwa proses yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula. Kepuasan Batin: Setelah mengerahkan segala kemampuan, apapun hasilnya harus kita terima dengan lapang dada sebagai ketetapan terbaik dari Yang Maha Kuasa. 4. Budaya Disiplin dan Saling Mendukung Briefing pagi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wadah untuk menyatukan visi dan energi. Sinergi Tim: Sebagai satu keluarga besar, kita harus saling mendukung. Siapapun yang menyampaikan ide di depan patut didengar, dan siapapun yang di belakang harus siap memberikan dukungan penuh. Keteladanan Disiplin: Kehadiran tepat waktu, bahkan dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat, adalah bukti profesionalisme dan keteladanan nyata bagi para siswa—khususnya bagi adik-adik peserta PKL yang sedang menempa mental kerja. Marilah kita jalani tugas hari ini dengan semangat positif dan prasangka baik (husnuzan), agar ketenangan batin senantiasa menyertai langkah kita. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Buletin Sekolah

Berita dan informasi terbaru

Lihat Semua
KEJURCAB FORBASI BANYUWANGI 2026 BERLANGSUNG MERIAH, SMK PGRI ROGOJAMPI TUNJUKKAN KESIAPAN SEBAGAI TUAN RUMAH
Agt 02 2026

KEJURCAB FORBASI BANYUWANGI 2026 BERLANGSUNG MERIAH, SMK PGRI ROGOJAMPI TUNJUKKAN KESIAPAN SEBAGAI TUAN RUMAH

ROGOJAMPI – SMK PGRI Rogojampi sukses menjadi tuan rumah KEJURCAB FORBASI Banyuwangi 2026 yang digelar pada Minggu (2/8/2026). Kejuaraan resmi Forum Baris Indonesia (FORBASI) tingkat Kabupaten Banyuwangi ini berlangsung meriah sejak pukul 07.00 hingga 15.15 WIB dan diikuti puluhan sekolah dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA se-Kabupaten Banyuwangi.Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi baris-berbaris dan variasi formasi, tetapi juga menjadi seleksi resmi untuk menentukan wakil Banyuwangi pada Kejuaraan Daerah (KEJURDA) FORBASI Jawa Timur di Surabaya. Juara pertama dan kedua dari setiap kategori berhak melaju ke tingkat provinsi untuk membawa nama daerah.Sebagai penyelenggaraan perdana, KEJURCAB FORBASI Banyuwangi 2026 dibagi ke dalam tiga kategori usia, yaitu U12 untuk pelajar SD/MI sederajat, U15 bagi pelajar SMP/MTs sederajat, dan U19 untuk pelajar SMA/SMK/MA sederajat. Kompetisi berlangsung kompetitif sekaligus menjadi ruang pembinaan karakter disiplin, kekompakan, dan sportivitas bagi para peserta.Tuan Rumah Menjaga Netralitas dan ProfesionalismeWakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK PGRI Rogojampi, Misadi, S.P., S.Pd., menegaskan bahwa sekolah memilih tidak mengirimkan tim dalam perlombaan. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen menjaga netralitas dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta."Tujuan utama kami menjadi tuan rumah adalah melatih kedisiplinan siswa dan mengenalkan komunitas FORBASI ke lingkungan pendidikan. Selain itu, ini menjadi momentum agar SMK PGRI Rogojampi semakin dikenal luas oleh masyarakat Rogojampi, Srono, Kabat, Singojuruh, Blimbingsari, hingga seluruh wilayah Banyuwangi," ujar Misadi.Seluruh proses teknis perlombaan diserahkan kepada panitia FORBASI Banyuwangi dengan dukungan penuh dari pengurus OSIS Bakti Taruna SMK PGRI Rogojampi. Kolaborasi tersebut membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, lancar, dan sesuai jadwal.Momentum ini juga dimanfaatkan sekolah untuk memperkenalkan rencana pengembangan program pendidikan. Salah satunya adalah pembukaan kompetensi keahlian baru Tata Kecantikan Kulit dan Rambut (TKKR) yang diproyeksikan menjawab kebutuhan industri kecantikan yang terus berkembang."Kami berharap Tim Provena dapat ikut membantu memperkenalkan sekolah melalui karya-karya jurnalistiknya. Semoga tahun depan kami kembali dipercaya menjadi tuan rumah dengan dukungan yang lebih besar," tambah Misadi.Kehadiran ratusan peserta, guru pendamping, pelatih, serta orang tua dari berbagai kecamatan di Banyuwangi menjadi media promosi yang efektif bagi sekolah. Selain memperkenalkan fasilitas pendidikan, kegiatan ini juga memperluas jejaring kerja sama antara sekolah dengan berbagai komunitas dan institusi pendidikan.Seleksi Menuju KEJURDA SurabayaKetua Panitia FORBASI Banyuwangi sekaligus Komite Pertandingan, Luki Maulana Pratama, menjelaskan bahwa tujuan utama KEJURCAB FORBASI Banyuwangi 2026 adalah menjaring atlet baris-berbaris terbaik untuk mewakili Banyuwangi di tingkat provinsi.Berbagai sekolah turut ambil bagian dalam kompetisi ini, mulai dari SD Mangir, SDN 2 Padang, SDN 4 Wringinpitu, SMPN 1 Banyuwangi, SMPN 3 Rogojampi, MTsN 1 Banyuwangi, MTsN 10 Banyuwangi, SMA Nurul Taqwa, MAN 3 Banyuwangi, hingga SMAN 1 Banyuwangi serta sekolah-sekolah lainnya."Persiapan untuk event pertama ini sudah cukup matang. Ke depan tentu akan kami evaluasi agar semakin baik. Kami juga berharap siswa SMK PGRI Rogojampi memperoleh pengalaman berharga dalam mengelola sebuah event besar sehingga siap ketika terlibat pada kegiatan serupa di masa mendatang," kata Luki.Belajar dari Balik Layar Sebuah KejuaraanKesuksesan penyelenggaraan KEJURCAB FORBASI Banyuwangi 2026 tidak terlepas dari peran aktif siswa SMK PGRI Rogojampi, khususnya pengurus OSIS Bakti Taruna. Mereka terlibat langsung dalam berbagai tugas kepanitiaan, mulai dari registrasi peserta, pengaturan alur pertandingan, sterilisasi arena, hingga memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai jadwal.Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran nyata mengenai manajemen acara berskala besar. Selain melatih tanggung jawab dan kemampuan komunikasi, keterlibatan siswa juga mengasah kemampuan bekerja sama serta menyelesaikan persoalan secara cepat di lapangan.Perjuangan, Semangat, dan SportivitasApresiasi terhadap penyelenggaraan datang dari Pelatih MTsN 10 Banyuwangi, Coach Kim-Kim. Ia menilai fasilitas yang disediakan SMK PGRI Rogojampi sangat mendukung sehingga seluruh rangkaian lomba berlangsung dengan nyaman."Tantangan terbesar seorang pelatih adalah menyatukan 16 karakter yang berbeda menjadi satu tim yang solid. Namun, melalui kegiatan seperti ini anak-anak belajar disiplin, mandiri, dan memiliki banyak teman baru," ungkapnya.Hal senada disampaikan Mila, salah seorang wali murid MTsN 10 Banyuwangi. Menurutnya, atmosfer pertandingan berlangsung sangat meriah dan memberikan pengalaman berharga bagi para peserta maupun orang tua yang hadir.Di sisi lain, peserta dari SMP Negeri 3 Rogojampi mengaku sempat diliputi rasa gugup saat tampil di hadapan ratusan penonton. Meski demikian, latihan yang dilakukan secara rutin membuat mereka mampu memberikan penampilan terbaik."Tantangan terbesarnya adalah menahan rasa gugup karena harus tampil di depan banyak orang. Tetapi kami berusaha memberikan yang terbaik untuk sekolah," ujarnya.Semangat yang sama juga ditunjukkan oleh tim SD Negeri 4 Ringin, Kecamatan Tegaldlimo. Pelatih Ahmad Hari Setiawan menjelaskan bahwa persiapan dilakukan secara intensif selama 20 hari, bahkan latihan dilanjutkan hingga malam hari setelah kegiatan belajar selesai."Kami berharap bisa meraih Juara 1 atau Juara 2 agar dapat melaju ke Surabaya dan membawa nama baik sekolah serta Banyuwangi," tuturnya penuh optimisme.Dedikasi para peserta dari berbagai jenjang pendidikan menunjukkan bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Di balik setiap penampilan terdapat proses panjang, latihan yang konsisten, kerja sama tim, serta semangat pantang menyerah yang patut diapresiasi.Kolaborasi yang MenginspirasiKeberhasilan SMK PGRI Rogojampi menjadi tuan rumah KEJURCAB FORBASI Banyuwangi 2026 membuktikan kesiapan sekolah dalam mendukung kegiatan positif bagi generasi muda. Tidak hanya sukses menyelenggarakan kompetisi, sekolah juga berhasil memperkuat citra sebagai institusi yang aktif mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan prestasi peserta didik.Kesuksesan publikasi kegiatan ini juga didukung oleh Tim Jurnalistik dan Literasi PROVENA SMK PGRI Rogojampi yang melakukan peliputan serta wawancara secara langsung. Kehadiran PROVENA menjadi bagian penting dalam mendokumentasikan setiap proses sehingga semangat kompetisi, sportivitas, dan kolaborasi dapat terus menginspirasi masyarakat luas.Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang berani membuka ruang kolaborasi, mengembangkan potensi siswa, dan mendukung lahirnya generasi muda yang disiplin, kreatif, serta berkarakter. Karena sejatinya, setiap kompetisi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang membangun pengalaman, persahabatan, dan semangat untuk terus bertumbuh bersama.Mari terus dukung kegiatan positif di lingkungan pendidikan. Bagikan semangat sportivitas, apresiasi setiap perjuangan peserta, dan sebarkan karya-karya literasi sekolah agar semakin banyak inspirasi yang lahir untuk kemajuan pendidikan di Banyuwangi.Salam Literasi!Jurnalis : Nadia Pratiwi dan Nur Wasiatur RahmaFotografi : Trio Andika
N
NADIA PRATIWI
Baca selengkapnya
PROVENA PERKUAT KOMITMEN LITERASI MELALUI PENYUSUNAN PROGRAM KERJA DAN BULETIN DIGITAL
Agt 01 2026

PROVENA PERKUAT KOMITMEN LITERASI MELALUI PENYUSUNAN PROGRAM KERJA DAN BULETIN DIGITAL

ROGOJAMPI – PROVENA SMK PGRI Rogojampi kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya literasi sekolah melalui penyusunan program kerja dan pengembangan buletin digital pada pertemuan keempat yang digelar Sabtu (1/8/2026). Pertemuan rutin ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian organisasi sekaligus menyusun langkah strategis dalam memperkuat ekosistem literasi yang aktif, kreatif, dan berkelanjutan.Kegiatan berlangsung di lingkungan SMK PGRI Rogojampi dan diikuti oleh seluruh pengurus serta anggota PROVENA. Selain membahas evaluasi kegiatan sebelumnya, forum ini juga menjadi wadah diskusi untuk merancang berbagai program yang akan dijalankan selama satu tahun ke depan.Acara diawali dengan pembukaan oleh Trio Andika selaku Ketua PROVENA. Selanjutnya, Bapak Andi Budi Setiawan, S.Pd., memberikan arahan sekaligus motivasi kepada seluruh anggota agar terus menjaga semangat berkarya dan menjadikan PROVENA sebagai ruang belajar yang mampu melahirkan karya-karya literasi berkualitas.Salah satu agenda utama dalam pertemuan ini adalah evaluasi hasil kunjungan dan diskusi bersama Tim Mojoer Media SMK Muhammadiyah 8 Siliragung yang telah dilaksanakan sebelumnya. Berbagai pengalaman dan praktik baik yang diperoleh dari kegiatan tersebut menjadi bahan refleksi untuk menyusun arah pengembangan PROVENA agar semakin profesional dalam mengelola organisasi dan media sekolah.Dalam pembahasan program jangka pendek, pengurus menargetkan beberapa agenda prioritas, di antaranya penerbitan media karya siswa, pembuatan buletin digital, pengelolaan media sosial organisasi, pembaruan mading sekolah secara berkala, hingga pembuatan kartu identitas bagi seluruh anggota PROVENA. Program-program tersebut dirancang sebagai sarana bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan menulis, jurnalistik, desain, serta komunikasi publik.Selain program prioritas tersebut, rapat juga menghasilkan sejumlah rencana kerja yang akan menjadi fokus organisasi pada periode mendatang. Beberapa di antaranya adalah pengembangan Provena WriteHub, pelaksanaan pelatihan jurnalistik tingkat dasar dan lanjutan, penyusunan buku antologi bersama, penguatan kerja sama dengan perpustakaan sekolah, pelaksanaan kegiatan literasi secara berkelanjutan, hingga pemberian apresiasi kepada siswa yang aktif dalam kegiatan literasi pada tahun 2027.Pada sesi diskusi, seluruh pengurus terlibat aktif menyampaikan gagasan dan masukan. Salah satu keputusan yang disepakati adalah pembaruan mading sekolah setiap dua minggu sekali agar informasi di lingkungan sekolah selalu tersampaikan secara menarik, aktual, dan edukatif.Pengurus juga mulai merancang konsep buletin digital sebagai media informasi resmi PROVENA. Buletin tersebut nantinya akan memuat berbagai berita dan dokumentasi kegiatan sekolah, mulai dari pelaksanaan upacara bendera setiap hari Senin, apel jurusan, aktivitas ekstrakurikuler, prestasi siswa, hingga berbagai kegiatan positif yang berlangsung di SMK PGRI Rogojampi.Ketua PROVENA, Trio Andika, menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dimiliki, tetapi dari konsistensi dalam menjalankannya."Kami ingin PROVENA menjadi ruang belajar yang nyaman bagi semua anggota untuk berkembang, berkarya, dan saling menginspirasi. Program yang kami susun hari ini diharapkan benar-benar dapat dijalankan bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh warga sekolah," ujarnya.Tidak hanya membahas agenda internal, pertemuan ini juga menyusun kegiatan yang akan dilaksanakan selama bulan Agustus. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PROVENA akan mengadakan lomba menulis puisi dan pentigraf dengan tema kemerdekaan sebagai bentuk partisipasi dalam menumbuhkan semangat nasionalisme melalui karya sastra.Bapak Andi Budi Setiawan, S.Pd., dalam arahannya mengajak seluruh anggota untuk menjaga semangat belajar dan terus berinovasi. Menurutnya, budaya literasi akan tumbuh apabila dibangun secara konsisten melalui kolaborasi, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus berkarya.Pertemuan yang diselenggarakan secara rutin setiap satu bulan sekali ini menjadi bukti bahwa PROVENA tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga berupaya membangun sistem organisasi yang terarah dan berkelanjutan. Melalui evaluasi, perencanaan, dan kerja sama seluruh anggota, PROVENA optimistis mampu menjadi salah satu penggerak budaya literasi di SMK PGRI Rogojampi.Ke depan, berbagai program yang telah disusun diharapkan mampu melahirkan lebih banyak karya siswa yang informatif, kreatif, dan inspiratif. Literasi tidak hanya menjadi kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi budaya berpikir kritis, berkolaborasi, serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat.Mari bersama mendukung setiap gerakan literasi yang tumbuh di sekolah. Satu tulisan dapat menginspirasi banyak orang, satu karya dapat meninggalkan jejak kebaikan. Bersama PROVENA, mari terus berkarya, berbagi inspirasi, dan menjadikan literasi sebagai budaya yang hidup di setiap langkah.Salam Literasi!SMK Bisa! SMK Hebat!SMKPRO Bisa Hebat!Siapa kita? SMKPRO!
SHARING DAN DISKUSI JURNALISTIK SEKOLAH, PROVENA DAN MOJOER MEDIA PERKUAT KOLABORASI UNTUK MEMBANGUN GENERASI JURNALIS MUDA
Jul 23 2026

SHARING DAN DISKUSI JURNALISTIK SEKOLAH, PROVENA DAN MOJOER MEDIA PERKUAT KOLABORASI UNTUK MEMBANGUN GENERASI JURNALIS MUDA

ROGOJAMPI – Tim Provena SMK PGRI Rogojampi menggelar Sharing dan Diskusi Jurnalistik Sekolah bersama Tim Mojoer Media SMK Muhammadiyah 8 Siliragung pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium TIK SMK PGRI Rogojampi ini menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat kompetensi jurnalistik, membangun jejaring antarkomunitas literasi sekolah, sekaligus menumbuhkan semangat regenerasi jurnalis muda.Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut dihadiri oleh anggota Provena dan Mojoer Media. Melalui forum ini, kedua komunitas tidak hanya saling berbagi pengalaman, tetapi juga berdiskusi mengenai strategi membangun organisasi jurnalistik yang mampu bertahan dan terus berkembang di lingkungan sekolah.Acara dibuka oleh Trio Andika selaku Ketua Provena yang bertindak sebagai pembawa acara. Selanjutnya, Bapak Andi Budi Setiawan, S.Pd., mewakili sekolah memberikan sambutan sekaligus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu mempererat hubungan antarsekolah melalui dunia jurnalistik dan literasi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai pembuka acara.Pada sesi utama, Pembina Mojoer Media, Ibu Cici Arista Devi, S.Pd., membagikan kisah perjalanan berdirinya Mojoer Media. Ia memperkenalkan Rhifan Ahmad Aki Pansurna sebagai pendiri sekaligus Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi pertama yang menjadi sosok penting dalam perkembangan komunitas tersebut.Menurut Ibu Cici, perjalanan membangun komunitas jurnalistik bukanlah proses yang instan. Mojoer Media lahir dari kelompok kecil yang sempat menjadi minoritas di lingkungan sekolah, namun mampu berkembang berkat konsistensi, kebersamaan, dan komitmen seluruh anggotanya hingga kini memiliki tiga generasi kepengurusan dengan sistem kaderisasi yang berjalan baik."Kunci sebuah komunitas bukan hanya program kerjanya, tetapi juga niat, rasa memiliki, dan bagaimana menciptakan lingkungan yang nyaman sehingga komunitas menjadi rumah kedua bagi seluruh anggotanya," ujar Ibu Cici dalam sesi pemaparan.Beliau juga menegaskan bahwa peran senior sangat menentukan keberlangsungan organisasi. Senior tidak hanya menjadi contoh dalam berkarya, tetapi juga harus mampu membimbing anggota baru, menguasai materi jurnalistik, serta memastikan proses regenerasi berjalan secara berkelanjutan.Dalam kesempatan tersebut, Ibu Cici menjelaskan sistem rekrutmen anggota Mojoer Media yang dilaksanakan setiap pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Setelah dinyatakan lolos seleksi, anggota baru mengikuti magang selama tiga bulan dengan materi dasar-dasar jurnalistik sebelum diwajibkan menghasilkan satu karya sebagai bentuk evaluasi akhir.Selain membahas sistem kaderisasi, peserta juga memperoleh motivasi mengenai pentingnya menjaga semangat berkarya. Ibu Cici mengutip kalimat yang menjadi pengingat bagi seluruh peserta, "Menulis adalah kerja untuk keabadian." Menurutnya, setiap tulisan merupakan jejak yang akan terus hidup dan memberi manfaat bagi banyak orang meskipun waktu terus berjalan.Setelah sesi pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan seluruh anggota Mojoer Media. Suasana kemudian semakin hidup ketika memasuki sesi diskusi interaktif yang membahas proses kerja jurnalistik, pembagian tugas dalam redaksi, pengalaman melakukan peliputan di lapangan, hingga berbagai persiapan yang harus dilakukan sebelum turun mencari informasi.Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman selama mengikuti kegiatan jurnalistik di sekolah masing-masing. Diskusi berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat sehingga menjadi wadah bertukar ide sekaligus memperluas wawasan seluruh peserta.Bagi Tim Provena, kegiatan Sharing dan Diskusi Jurnalistik Sekolah ini bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya anggota melalui kolaborasi dengan komunitas jurnalistik lain. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi baru dalam pengelolaan media sekolah serta memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Tim Provena SMK PGRI Rogojampi dan Tim Mojoer Media SMK Muhammadiyah 8 Siliragung sebagai simbol terjalinnya persahabatan dan semangat kolaborasi. Setelah itu, acara resmi ditutup oleh pembawa acara.Melalui Sharing dan Diskusi Jurnalistik Sekolah ini, Provena berharap sinergi antarkomunitas jurnalistik sekolah terus terjalin dan melahirkan lebih banyak karya yang informatif, inspiratif, serta bermanfaat bagi masyarakat. Sebab, jurnalistik bukan hanya tentang menulis berita, tetapi juga tentang merawat literasi, membangun karakter, dan menyebarkan nilai-nilai positif.Mari terus dukung tumbuhnya komunitas jurnalistik sekolah. Karena dari ruang-ruang belajar seperti inilah lahir generasi muda yang kritis, berintegritas, dan mampu menyuarakan informasi yang benar. Bagikan semangat literasi, dukung karya pelajar, dan jadilah bagian dari gerakan menulis untuk masa depan yang lebih baik.
MENUNTUN, BUKAN MENUNTUT: RELEVANSI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA DI ERA MODERN
Jun 09 2026

MENUNTUN, BUKAN MENUNTUT: RELEVANSI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA DI ERA MODERN

Pendidikan ibarat pelita yang menerangi jalan kehidupan manusia. Namun, cahaya itu tidak akan bermakna jika hanya membuat seseorang pandai menghafal tanpa mampu memahami dirinya sendiri. Di sinilah filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara menemukan relevansinya, bahkan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.Sebagai Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara mewariskan gagasan yang melampaui zamannya. Beliau tidak hanya memikirkan bagaimana anak menjadi pintar, tetapi juga bagaimana pendidikan dapat memerdekakan manusia secara utuh. Pendidikan menurut beliau harus mampu membangun kecerdasan intelektual, kepekaan sosial, dan kesadaran budaya secara seimbang.Pada masa kolonial, pendidikan lebih banyak digunakan sebagai alat kepentingan penguasa. Anak didik dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan sistem, bukan untuk mengembangkan potensi dirinya. Ki Hajar Dewantara hadir membawa perubahan besar dengan memperkenalkan pendidikan yang berpihak pada kemanusiaan.Beliau menegaskan bahwa tugas pendidikan adalah menuntun. Kata menuntun memiliki makna yang sangat mendalam: membimbing, mendampingi, dan memberi ruang agar anak dapat tumbuh sesuai kodratnya. Pendidikan bukanlah proses memaksa, melainkan perjalanan bersama untuk menemukan potensi terbaik yang dimiliki setiap anak.Guru sebagai Penuntun, Bukan PenguasaDalam filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, guru memiliki peran yang sangat penting. Namun, peran tersebut bukan sebagai pusat segala pengetahuan yang harus selalu diikuti tanpa ruang dialog.Melalui konsep Sistem Among, Ki Hajar Dewantara merumuskan tiga peran utama seorang pendidik:· Ing ngarsa sung tulada (di depan memberikan teladan)· Ing madya mangun karsa (di tengah membangkitkan semangat)· Tut wuri handayani (di belakang memberikan dorongan)Ketiga prinsip tersebut menunjukkan bahwa guru harus hadir sesuai kebutuhan murid. Ada saatnya menjadi teladan, ada saatnya menjadi sahabat belajar, dan ada saatnya memberi kepercayaan agar murid mampu melangkah sendiri.Filosofi ini mengajarkan bahwa pendidikan tidak dibangun melalui ketakutan. Disiplin tidak lahir dari hukuman yang melemahkan semangat, tetapi dari keteladanan yang menginspirasi. Anak akan lebih mudah belajar dari apa yang dilihat dibandingkan dari apa yang hanya didengar.Pendidikan yang Berpihak pada AnakSalah satu kekuatan terbesar pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah keberpihakannya kepada anak. Beliau memandang bahwa setiap anak adalah pribadi yang unik dengan bakat, minat, dan cara belajar yang berbeda.Karena itu, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada target kurikulum semata. Pendidikan harus memberi ruang bagi anak untuk tumbuh sesuai potensinya. Guru perlu memahami bahwa keberhasilan belajar tidak selalu diukur dari angka, tetapi juga dari perkembangan karakter dan kemanusiaan.Ki Hajar Dewantara juga menegaskan bahwa bermain merupakan bagian dari kodrat anak. Dunia anak adalah dunia yang penuh rasa ingin tahu, eksplorasi, dan kegembiraan. Oleh sebab itu, pembelajaran yang menyenangkan menjadi salah satu jalan terbaik untuk menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu.Pandangan ini memiliki kesamaan dengan pemikiran tokoh pendidikan dunia seperti Montessori dan Frobel.Montessori menekankan pentingnya pengembangan pancaindra melalui berbagai aktivitas yang melatih kemampuan sensorik anak. Sementara itu, Frobel memandang permainan sebagai inti dari proses belajar.Menariknya, Ki Hajar Dewantara mampu merangkum kedua pendekatan tersebut dalam konteks pendidikan Indonesia. Anak diajak belajar melalui permainan, tetapi tetap mendapatkan tuntunan yang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya.Relevansi dengan Profil Pelajar PancasilaMeskipun lahir puluhan tahun yang lalu, filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara tetap relevan hingga saat ini. Nilai-nilai yang beliau tanamkan bahkan menjadi fondasi bagi lahirnya konsep Profil Pelajar Pancasila.Profil Pelajar Pancasila menekankan enam dimensi utama yang perlu dimiliki peserta didik, yaitu:1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.2. Mandiri.3. Bergotong royong.4. Berkebinekaan global.5. Bernalar kritis.6. Kreatif.Jika dicermati lebih dalam, seluruh dimensi tersebut sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Pendidikan tidak hanya mengembangkan kemampuan berpikir, tetapi juga membentuk karakter dan kepedulian sosial.Beliau mengajarkan pentingnya keseimbangan antara cipta, rasa, dan karsa. Cipta berkaitan dengan kemampuan berpikir, rasa berkaitan dengan kepekaan hati, sedangkan karsa berkaitan dengan kemauan untuk bertindak. Ketiganya harus tumbuh secara harmonis agar manusia berkembang secara utuh.Pendidikan yang Memanusiakan ManusiaDi era digital saat ini, tantangan pendidikan semakin kompleks. Informasi dapat diperoleh dengan mudah, tetapi kebijaksanaan tidak selalu hadir bersamanya. Karena itu, pendidikan perlu kembali pada esensinya: memanusiakan manusia.Filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara mengingatkan bahwa setiap anak adalah benih yang memiliki potensi berbeda. Tugas guru bukan mengubah benih menjadi tanaman lain, melainkan merawatnya agar tumbuh menjadi versi terbaik dirinya.Pendidikan yang memerdekakan bukan berarti membiarkan anak berjalan tanpa arah. Sebaliknya, pendidikan yang memerdekakan adalah pendidikan yang memberi ruang untuk berpikir, bertanya, mencoba, dan belajar dari kesalahan dengan penuh tanggung jawab.Menjaga Api Pemikiran Ki Hajar DewantaraPada akhirnya, filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara bukan sekadar warisan sejarah. Ia adalah kompas yang masih relevan untuk menavigasi pendidikan masa kini dan masa depan.Ketika guru mampu menjadi penuntun, ketika sekolah berpihak pada kebutuhan anak, dan ketika pembelajaran menghadirkan kegembiraan sekaligus makna, maka pendidikan akan benar-benar menjadi jalan menuju kemerdekaan.Mari kita hidupkan kembali semangat pendidikan yang memanusiakan manusia. Mulailah dari ruang kelas, dari cara kita menyapa murid, dari kesediaan untuk mendengarkan, dan dari keberanian untuk terus belajar menjadi pendidik yang lebih baik.Jika nilai-nilai ini terus ditanamkan, pendidikan tidak hanya akan melahirkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang berkarakter, berempati, dan mampu menjadi cahaya bagi lingkungannya.
ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd.
ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd.
Baca selengkapnya

🤝 Mitra Sekolah

Instansi dan lembaga mitra yang bekerja sama dengan SMKS PGRI ROGOJAMPI

PT. JAYA SUBUR
HOTEL LUMINOR BANYUWANGI
KPH Banyuwangi Selatan
PT. AMARTHA MANUNGGAL PRIMA/ID EXPRESS
PT. PEGADAIAN CABANG BANYUWANGI
KECAMATAN ROGOJAMPI
Trinity
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
SATLANTAS POLRESTA BANYUWANGI
BSI KCP BANYUWANGI ROGOJAMPI
PUSKESMAS SINGOJURUH
FINANCING OUTLET BANYUWANGI
Dinas Perhubungan
LUMINOR HOTEL JEMBER
RAJA ADVERTISING
Yudi Vision
DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA
POLSEK ROGOJAMPI
HARRIS HOTEL & CONVENTIONS BUNDARAN SATELIT SURABAYA
PT. INDO BISMAR SURABAYA
KANTOR PEMERINTAH DESA GLADAG
DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN
PT. SOGEH BARENG BERGUNA SURABAYA
PT. GLOBAL OFFSET SEJAHTERA
BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN SEKRETARIAT DAERAH KAB. BANYUWANGI
Bank JATIM Capem Rogojampi
KUA KECAMATAN ROGOJAMPI
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
PT. RAMAYANA LESTARI
MIDTOWN HOTEL SURABAYA
ARYOS STUDIO
ID Express Kabat
PENGADILAN AGAMA BANYUWANGI
KANTOR DESA BENELAN LOR
PT. CIPTA SARANA CENDEKIA
PT. PEGADAIAN CABANG ROGOJAMPI
POLSEK KABAT
BADAN PENDAPATAN DAERAH
Dinas Perikanan
KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA
BANWASLU
BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN BANYUWANGI
PT. EQUITYWORLD
PT. BANK SYARIAH INDONESIA (FINANCING OUTLET BANYUWANGI)
BANK JATIM KF SRONO
VOTEL MANYAR RESORT BANYUWANGI
HOTEL BINTANG MULIA
BSI KCP BANYUWANGI S PARMAN
PUDAM (PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM) CABANG ROGOJAMPI
SEKRETARIAT DPRD BANYUWANGI
Ravi Vision
KPU KABUPATEN BANYUWANGI
KSP MODERN KARYA UTAMA
BANK BRI KC BANYUWANGI
PUSKESMAS KABAT
PT. MAJESTY SUKSES ABADI
PT. BARES GROSIR SATU
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
DAKON RESTO
KECAMATAN KABAT
UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI
CV. JADE INDOPRATAMA
AKADEMI PENERBANGAN INDONESIA BANYUWANGI
NEW SURYA HOTEL
KANTOR KECAMATAN SINGOJURUH
GRAND HARVEST RESORT AND VILLAS
PUSKESMAS GLADAG
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 BANYUWANGI
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BANYUWANGI
BLAMBANGAN COLLEGE
UPTD PUSKESMAS GITIK
PT. HOTEL BULUSAN INDAH (KETAPANG INDAH HOTEL)
BSI KCP GENTENG GAJAH MADA
PERUM PERHUTANI KPH BANYUWANGI BARAT
JIWA JAWA RESORT IJEN
KANTOR KECAMATAN SRONO
BARES Rogojampi
EL HOTEL
KPP Pratama Banyuwangi
KANTOR BALAI DESA SUKONATAR
RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH
ASTON BANYUWANGI HOTEL & CONFERENCE
BINA KARYA GRAFIKA
KANTOR KECAMATAN BANYUWANGI
BAWASLU BANYUWANGI
PT. SOGEH BARENG BERGUNA BANYUWANGI
GBB BULOG WONOSOBO
BANK JATIM CABANG BANYUWANGI
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUWANGI
PT. RADIO SWARAWANGI TIMUR/RADIO BINTANG TENGGARA
SPMB 2026

Informasi SPMB

Pendaftaran Siswa Baru

Promosi SPMB
TA 2026/2027

Wujudkan Cita-cita Bersama SMK PGRI Rogojampi!

Buka kesempatan karir masa depan Anda bersama program keahlian terbaik kami.

Lihat Album
E-Mading

E-Mading & Pengumuman

Galeri Karya & Ekspresi

"Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan itu Anda dapat mengubah dunia."

— Nelson Mandela

Karya Terpopuler
Karya Seni
Seni

Judul Karya #1

Sastra

Puisi XII

Promosi
Promo

Poster Promosi

Lainnya

Diperbarui setiap hari Senin