✍️ MENDIDIK DENGAN HATI, MENGAJAR DENGAN SADAR

Ditulis oleh ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd. - SMKS PGRI ROGOJAMPI
SMK Terbaik di Banyuwangi
ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd.

ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd.

Guru Mata Pelajaran

20 Tulisan

Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, kita sering kali terjebak dalam pandangan bahwa keberhasilan pendidikan diukur dari angka, ranking, atau nilai rapor semata.

Padahal, di balik semua itu, ada pertanyaan mendasar yang perlu kita renungkan: apakah pendidikan kita benar-benar sudah memanusiakan manusia?

Hakikat pendidikan sejati sejatinya bukan sekadar proses mentransfer ilmu pengetahuan dari guru kepada siswa, tetapi proses membentuk manusia seutuhnya—yang berpikir, berperasaan, dan berperilaku bijak.

Pendidikan seharusnya menuntun setiap individu menemukan jati diri, menggali potensi, dan menumbuhkan kesadaran untuk memberi manfaat bagi lingkungannya.

Pendidikan harusnya bisa memberikan kesadaran baru tentang nilai-nilai positif serta pemikiran yang mendalam tentang logika etika dan estetika dalam kehidupan.

Paradigma baru pendidikan menegaskan bahwa peserta didik bukan sekadar alat ekonomi untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja, melainkan manusia yang memiliki potensi, minat, dan keunikan masing-masing.

Mereka bukan mesin penghafal teori, tetapi pribadi yang perlu diarahkan untuk berpikir kritis, kreatif, dan berkarakter. Inilah makna pendidikan yang sejati—pendidikan yang membebaskan, bukan membelenggu.

Ki Hajar Dewantara telah lama menegaskan bahwa pendidikan adalah upaya menuntun segala kekuatan kodrat anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan, baik sebagai individu maupun anggota masyarakat.

Pandangan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka, yang memberi ruang bagi guru dan sekolah untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa.

Kurikulum ini menuntut pendidikan yang lebih manusiawi, yang memberi ruang bagi anak untuk belajar sesuai minat dan kemampuannya.

Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 pada dasarnya hadir untuk memperkuat kerangka kurikulum, menambahkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), menyesuaikan struktur dan muatan pembelajaran untuk semua jenjang serta memperkenalkan mata pelajaran pilihan baru seperti “Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI)” secara bertahap mulai tahun ajaran 2025/2026.

Terlalu lama proses belajar terjebak pada rutinitas hafalan, sehingga lupa membuat siswa benar-benar memahami, bertanya, dan tumbuh sebagai manusia. Kerangka 8-3-3-4¹ mendorong sekolah membentuk profil lulusan yang utuh—cerdas, berkarakter, sehat, komunikatif, mandiri, dan kritis.

Prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan mengajak kita membangun suasana belajar yang hidup, yang tidak berhenti di kelas, tetapi menyentuh hati, pengalaman, dan pola pikir siswa.

Perubahan ini sesungguhnya bukan beban, tetapi kesempatan bagi sekolah dan guru untuk berkembang bersama.

Deep learning membuka ruang bagi pendidik untuk mencoba pendekatan baru yang lebih kreatif, memperkuat kolaborasi, dan memanfaatkan teknologi sebagai jembatan untuk memperkaya pengalaman belajar.

Lingkungan belajar—baik fisik maupun digital—dapat dibentuk menjadi ruang yang aman dan memerdekakan.

Saat praktik pedagogis diperbarui, kemitraan diperkuat, dan refleksi menjadi budaya, kebijakan ini berubah dari sekadar aturan menjadi momentum penting menuju transformasi pendidikan yang lebih manusiawi.

Pendekatan ini juga menuntun siswa untuk tidak hanya menghafal, tetapi sungguh memahami konsep, merenungkan maknanya, dan menerapkannya dalam kehidupan nyata.

Guru pun berperan sebagai pendamping yang menuntun siswa menemukan jawabannya sendiri.

Di era digital, kemampuan ini menjadi semakin penting, terutama ketika siswa berhadapan dengan pembelajaran koding, teknologi, dan kecerdasan buatan yang menuntut ketelitian, kreativitas, dan adaptasi cepat terhadap perubahan.

Namun, transformasi pendidikan tidak akan menyentuh maknanya yang paling dasar tanpa nilai-nilai kemanusiaan yang hidup dalam keseharian sekolah.

Menghargai keberagaman siswa, mengakui potensi setiap individu, memberi ruang kebebasan berpikir dan berkarya, serta menilai proses sama pentingnya dengan hasil adalah fondasi yang harus diperkuat.

Relasi empatik antara guru dan siswa, serta penanaman nilai seperti empati, tanggung jawab, dan kejujuran, menjadi roh dari pendidikan yang memanusiakan manusia.

Di sinilah inti perubahan: mengembalikan sekolah sebagai ruang tumbuh, ruang aman, dan ruang yang memberi harapan bagi masa depan setiap anak.

Pendidikan sejati bukanlah yang membuat anak takut salah, tetapi yang memberi mereka keberanian untuk mencoba, berpikir, dan berbuat baik. Kita tidak sedang mencetak robot yang patuh, tetapi manusia yang mampu berpikir kritis dan bertindak dengan hati nurani.

Kini saatnya kita mengubah cara pandang terhadap pendidikan. Tujuan utama pendidikan bukan sekadar melahirkan generasi berprestasi akademik, melainkan generasi yang mandiri, kreatif, dan berintegritas.

Pendidikan yang memerdekakan akan melahirkan manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.

Karena sejatinya, pendidikan yang baik bukan tentang berapa banyak pengetahuan yang dimiliki seseorang, melainkan seberapa besar pengetahuan itu mampu mengubah dirinya dan memberi manfaat bagi orang lain. Dari sinilah, manusia belajar menjadi manusia seutuhnya.

01 April 2026 ANDI BUDI SETIAWAN, S.Pd.

Tulisan Lainnya dari Penulis

Baca opini dan tulisan menarik lainnya dari Andi Budi Setiawan, S.pd.

Jun 15 2026

PENDIDIKAN YANG BERPIHAK PADA RASA: JALAN SUNYI MENUJU SISWA YANG MANDIRI

Dalam praktik pendidikan sehari-hari, sering kali peserta didik diperlakukan seperti objek: target nilai, angka kelulusan, atau bahkan komoditas siste...

Baca Selengkapnya
Jun 05 2026

MENGAJAR MURID BERPIKIR KRITIS: MENANAM AKAR, BUKAN SEKADAR MEMETIK BUAH

Di tengah derasnya arus informasi, kita sering menemukan ironi yang memprihatinkan. Murid mampu menghafal banyak materi pelajaran, tetapi kesulitan me...

Baca Selengkapnya
Mei 01 2026

KETIKA GURU DIDUKUNG, SEKOLAH PUN BERTUMBUH: PERAN PEMIMPIN SEKOLAH DALAM PENDIDIKAN

Dalam dunia pendidikan, keberhasilan sekolah sering kali diukur dari prestasi siswa. Namun di balik capaian tersebut, ada faktor yang tidak kalah pent...

Baca Selengkapnya
Apr 28 2026

MEMBANGUN BRANDING LITERASI DIGITAL DARI NOL: KETIKA MEDIA SEKOLAH TAK LAGI SEKADAR PAJANGAN

Banyak akun media sosial sekolah hanya ramai saat SPMB, lalu kembali sunyi seperti ruang kelas yang ditinggalkan. Website literasi dibuat dengan seman...

Baca Selengkapnya
Apr 25 2026

LITERASI JEMBATAN MERAIH PRESTASI

Literasi sebuah kata yang sering kita dengar namun sedikit dari kita yang tahu maknanya. Banyak dari kita menafsikan literasi identik dengan membaca d...

Baca Selengkapnya
Apr 22 2026

MENULIS: CARA MANUSIA MELAWAN LUPA

Di tengah riuhnya dunia yang serba cepat, menulis sering kali dipandang sebagai aktivitas sederhana—sekadar merangkai huruf menjadi kata, lalu kata me...

Baca Selengkapnya

🤝 Mitra Sekolah

Instansi dan lembaga mitra yang bekerja sama dengan SMKS PGRI ROGOJAMPI

KANTOR KECAMATAN BANYUWANGI
KANTOR KECAMATAN SRONO
BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUWANGI
PUSKESMAS SINGOJURUH
SEKRETARIAT DPRD BANYUWANGI
KANTOR KECAMATAN SINGOJURUH
HOTEL BINTANG MULIA
POLSEK ROGOJAMPI
UPTD PUSKESMAS GITIK
KECAMATAN KABAT
PUSKESMAS KABAT
KPU KABUPATEN BANYUWANGI
BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN BANYUWANGI
KANTOR DESA BENELAN LOR
RAJA ADVERTISING
BLAMBANGAN COLLEGE
PENGADILAN AGAMA BANYUWANGI
PT. PEGADAIAN CABANG ROGOJAMPI
PT. INDO BISMAR SURABAYA
BANK JATIM CABANG BANYUWANGI
Yudi Vision
PT. SOGEH BARENG BERGUNA BANYUWANGI
BANWASLU
SATLANTAS POLRESTA BANYUWANGI
MIDTOWN HOTEL SURABAYA
JIWA JAWA RESORT IJEN
PT. AMARTHA MANUNGGAL PRIMA/ID EXPRESS
RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH
BARES Rogojampi
ARYOS STUDIO
BANK JATIM KF SRONO
DAKON RESTO
BINA KARYA GRAFIKA
PUSKESMAS GLADAG
BADAN PENDAPATAN DAERAH
GRAND HARVEST RESORT AND VILLAS
PT. RADIO SWARAWANGI TIMUR/RADIO BINTANG TENGGARA
KANTOR PEMERINTAH DESA GLADAG
BSI KCP BANYUWANGI S PARMAN
Dinas Perikanan
EL HOTEL
FINANCING OUTLET BANYUWANGI
BSI KCP BANYUWANGI ROGOJAMPI
BSI KCP GENTENG GAJAH MADA
PT. RAMAYANA LESTARI
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
KPH Banyuwangi Selatan
BAWASLU BANYUWANGI
PT. HOTEL BULUSAN INDAH (KETAPANG INDAH HOTEL)
ASTON BANYUWANGI HOTEL & CONFERENCE
PT. MAJESTY SUKSES ABADI
GBB BULOG WONOSOBO
PT. BANK SYARIAH INDONESIA (FINANCING OUTLET BANYUWANGI)
CV. JADE INDOPRATAMA
DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA
PUDAM (PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM) CABANG ROGOJAMPI
HOTEL LUMINOR BANYUWANGI
Bank JATIM Capem Rogojampi
PT. SOGEH BARENG BERGUNA SURABAYA
POLSEK KABAT
KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA
Dinas Perhubungan
AKADEMI PENERBANGAN INDONESIA BANYUWANGI
BANK BRI KC BANYUWANGI
KPP Pratama Banyuwangi
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ID Express Kabat
UNIVERSITAS PGRI BANYUWANGI
DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BANYUWANGI
BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN SEKRETARIAT DAERAH KAB. BANYUWANGI
LUMINOR HOTEL JEMBER
VOTEL MANYAR RESORT BANYUWANGI
PT. BARES GROSIR SATU
PT. EQUITYWORLD
PT. CIPTA SARANA CENDEKIA
NEW SURYA HOTEL
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
PT. JAYA SUBUR
PT. PEGADAIAN CABANG BANYUWANGI
Ravi Vision
HARRIS HOTEL & CONVENTIONS BUNDARAN SATELIT SURABAYA
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 BANYUWANGI
PT. GLOBAL OFFSET SEJAHTERA
DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN
PERUM PERHUTANI KPH BANYUWANGI BARAT
KECAMATAN ROGOJAMPI
KSP MODERN KARYA UTAMA
Trinity
KUA KECAMATAN ROGOJAMPI
KANTOR BALAI DESA SUKONATAR
Tulis